Friday, March 6, 2026

Kisi-kisi PTS Agama Kelas 4

 بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ


 IDENTITAS:


Nama Guru                   : Euis Wartika, S.Pd


Mata pelajaran             :  Agam Islam


Hari/tanggal                 : SENIN, 09 Maret 2026


Kelas                            : 4A 


Materi Pokok     : SUMATIF TENGAH SEMESTER GENAP


Alat Peraga                  : Lembar Soal ujian & LJK


Metode Pembelajaran : Penugasan\

 

PENJABARAN MATERI

Pendidikan Agama Islam

QS At-Tin  |  Iman kepada Malaikat  |  Akhlak Mulia

 

BAB I: SURAH AT-TIN

 

A. Pengantar Surah At-Tin

Surah At-Tin adalah surah ke-95 dalam Al-Qur'an. Surah ini termasuk golongan surah Makkiyah, yaitu surah yang diturunkan di Kota Makkah sebelum Nabi Muhammad Saw. hijrah ke Madinah. Sebelum surah ini diturunkan, Allah Swt. telah mewahyukan Surah Al-Balad.

Surah At-Tin terdiri atas 8 ayat dan membahas tentang kemuliaan manusia sebagai makhluk Allah Swt. yang diciptakan dalam bentuk sebaik-baiknya.

 

B. Lafal dan Terjemahan Surah At-Tin

Ayat 1-2: Sumpah Allah dengan Buah Tin, Zaitun, dan Gunung Sinai

وَالتِّيۡنِ وَالزَّيۡتُوۡنِۙ

Artinya: "Demi (buah) tin dan (buah) zaitun"

وَطُوۡرِ سِيۡنِيۡنَۙ

Artinya: "Dan demi gunung Sinai"

 

Ayat 3: Sumpah dengan Negeri yang Aman

وَهٰذَا الۡبَلَدِ الۡاَمِيۡنِۙ

Artinya: "Dan demi negeri (Makkah) yang aman ini"

 

Ayat 4: Manusia Diciptakan dalam Bentuk Terbaik

لَقَدۡ خَلَقۡنَا الۡاِنۡسَانَ فِىۡۤ اَحۡسَنِ تَقۡوِيۡمٍ

Artinya: "Sungguh, Kami benar-benar telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya"

 

Ayat 5: Dikembalikan ke Derajat Terendah

ثُمَّ رَدَدۡنٰهُ اَسۡفَلَ سٰفِلِيۡنَۙ

Artinya: "Kemudian, Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya"

 

Ayat 6: Pengecualian bagi Orang Beriman

اِلَّا الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ فَلَهُمۡ اَجۡرٌ غَيۡرُ مَمۡنُوۡنٍ

Artinya: "Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan; maka mereka akan mendapat pahala yang tidak putus-putusnya"

 

Ayat 7-8: Pertanyaan Retoris

فَمَا يُكَذِّبُكَ بَعۡدُ بِالدِّيۡنِ

Artinya: "Maka, apa yang menyebabkan kamu mendustakan hari pembalasan setelah (adanya bukti-bukti) itu?"

اَلَيۡسَ اللّٰهُ بِاَحۡكَمِ الۡحٰكِمِيۡنَ

Artinya: "Bukankah Allah hakim yang paling adil?"

 

C. Makna Sumpah dalam Surah At-Tin

Dalam surah ini, Allah Swt. bersumpah dengan empat hal yang mulia, yaitu:

    Buah Tin (التِّيۡن): Buah tin merupakan simbol tempat diutusnya Nabi Adam a.s. dan para nabi lainnya. Buah tin juga sangat bermanfaat bagi kesehatan manusia.

    Buah Zaitun (الزَّيۡتُوۡن): Buah zaitun merupakan simbol Baitulmaqdis (Yerusalem), tempat diutusnya Nabi Isa a.s. Pohon zaitun juga merupakan pohon yang sangat berkah.

    Gunung Sinai (طُوۡرِ سِيۡنِيۡن): Gunung Sinai merupakan tempat Nabi Musa a.s. menerima wahyu dari Allah Swt. Di sinilah Nabi Musa a.s. berbicara langsung dengan Allah Swt. Selain itu, pada malam Isra Mikraj, Nabi Muhammad Saw. juga singgah di gunung ini untuk melaksanakan salat.

    Negeri Makkah (الۡبَلَدِ الۡاَمِيۡن): Kota Makkah adalah kota yang aman dan suci, tempat berdirinya Ka'bah dan tempat lahirnya Nabi Muhammad Saw.

 

D. Kandungan dan Pesan Surah At-Tin

Beberapa pesan penting yang terkandung dalam Surah At-Tin antara lain:

1.   Manusia adalah makhluk Allah Swt. yang paling mulia. Allah menciptakan manusia dalam bentuk yang sempurna, baik fisik maupun akalnya.

2.   Manusia bisa jatuh ke derajat yang paling rendah apabila tidak menggunakan akal dan kemampuannya untuk beribadah dan berbuat kebaikan.

3.   Orang yang beriman dan beramal saleh akan mendapatkan pahala yang tidak pernah putus dari Allah Swt.

4.   Hari pembalasan (kiamat) adalah nyata dan pasti akan terjadi. Tidak ada alasan bagi manusia untuk mengingkarinya.

5.   Allah Swt. adalah hakim yang paling adil dan bijaksana.

 

Ringkasan Pesan Surah At-Tin:

- Manusia adalah makhluk terbaik ciptaan Allah Swt.

- Keimanan dan amal saleh adalah kunci meraih pahala yang abadi.

- Hari kiamat adalah kepastian yang tidak boleh diingkari.

 

BAB II: IMAN KEPADA MALAIKAT

 

A. Pengertian Malaikat

Malaikat adalah makhluk Allah Swt. yang diciptakan dari cahaya (nur). Malaikat merupakan makhluk gaib, artinya tidak dapat dilihat oleh manusia dengan mata biasa. Malaikat berbeda dengan manusia karena mereka tidak memiliki hawa nafsu dan selalu taat kepada perintah Allah Swt.

Pengetahuan tentang malaikat kita peroleh melalui Al-Qur'an dan hadits Nabi Muhammad Saw. Beriman kepada malaikat merupakan rukun iman yang kedua dan hukumnya wajib bagi setiap Muslim.

 

B. Sifat-Sifat Malaikat

Malaikat memiliki sifat-sifat yang membedakannya dari makhluk lain, di antaranya:

    Diciptakan dari cahaya (nur).

    Makhluk gaib yang tidak dapat dilihat oleh manusia secara langsung.

    Tidak berjenis kelamin (bukan laki-laki dan bukan perempuan).

    Tidak makan, tidak minum, dan tidak tidur.

    Selalu taat dan tidak pernah durhaka kepada Allah Swt.

    Tidak memiliki hawa nafsu.

    Dapat menjelma (berubah bentuk) menjadi apa saja dengan izin Allah Swt.

    Memiliki tugas masing-masing yang telah ditetapkan Allah Swt.

    Memiliki akal, sehingga dapat memahami perintah Allah Swt.

 

C. Perbedaan Malaikat, Manusia, dan Jin

 Malaikat  : Diciptakan dari nur (cahaya) | Selalu taat kepada Allah | Tidak memiliki nafsu

Manusia   : Diciptakan dari tanah         | Ada yang taat, ada yang durhaka | Memiliki nafsu

Jin       : Diciptakan dari api            | Ada yang taat (mukmin), ada yang durhaka (kafir)

 

Persamaan manusia dan jin: Sama-sama diperintahkan beribadah kepada Allah Swt.

D. Nama dan Tugas 10 Malaikat


No

Nama Malaikat

Tugas

1

Jibril

Menyampaikan wahyu kepada para nabi dan rasul

2

Mikail

Membagikan rezeki kepada seluruh makhluk Allah dan menurunkan hujan

3

Israfil

Meniup sangkakala (terompet) pada hari kiamat

4

Izrail

Mencabut nyawa semua makhluk hidup atas perintah Allah Swt.

5

Munkar

Menanyai manusia di alam kubur tentang amal perbuatannya

6

Nakir

Menanyai manusia di alam kubur bersama Malaikat Munkar

7

Rakib

Mencatat semua amal perbuatan baik manusia

8

Atid

Mencatat semua amal perbuatan buruk manusia

9

Malik

Menjaga dan mengurus neraka

10

Ridwan

Menjaga dan mengurus surga

 

E. Fungsi dan Hikmah Beriman kepada Malaikat

Beriman kepada malaikat memberikan banyak manfaat dan hikmah dalam kehidupan sehari-hari, di antaranya:

6.   Mendorong orang beriman untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah Swt.

7.   Memotivasi diri untuk selalu berbuat kebaikan karena segala amal dicatat oleh malaikat Rakib dan Atid.

8.   Menjauhkan diri dari perbuatan buruk dan maksiat karena malaikat selalu mengawasi.

9.   Menumbuhkan rasa syukur atas rezeki yang diberikan Allah Swt. melalui malaikat Mikail.

10.    Mendorong manusia untuk lebih giat beribadah dan berdoa karena malaikat selalu mendoakan orang beriman.


Ingat! Malaikat Rakib dan Atid selalu mencatat setiap perbuatan kita.

Selalu ingat malaikat pengawas agar kita terhindar dari perbuatan dosa,

seperti mencuri, berbohong, dan perbuatan buruk lainnya.

 

BAB III: AKHLAK MULIA

 

A. Pengertian Akhlak Mulia

Akhlak mulia adalah perilaku, sikap, dan budi pekerti yang baik sesuai dengan ajaran Islam. Seorang Muslim diwajibkan memiliki akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat.

Allah Swt. memerintahkan manusia untuk gemar membaca dan mencari ilmu, sebagaimana tercantum dalam Surah Al-Alaq. Membaca dan mencari ilmu adalah salah satu bentuk akhlak mulia yang harus diterapkan oleh setiap Muslim.

 

B. Pantang Menyerah

1. Pengertian Pantang Menyerah

Pantang menyerah adalah sikap tidak mudah putus asa ketika menghadapi kesulitan, kegagalan, atau hambatan. Orang yang pantang menyerah akan terus berusaha dan mencoba hingga berhasil.

 

2. Ciri-Ciri Orang yang Pantang Menyerah

    Selalu bersabar dalam menghadapi segala cobaan dan kesulitan.

    Tidak mudah putus asa dan tidak mudah mengeluh.

    Terus berusaha meskipun gagal berkali-kali.

    Selalu berdoa dan memohon pertolongan kepada Allah Swt.

    Mengambil pelajaran dari setiap kegagalan.

 

3. Contoh Sikap Pantang Menyerah

Di lingkungan sekolah:

    Selalu berusaha dan belajar dengan giat agar mendapat nilai yang baik.

    Terus berlatih keterampilan meskipun belum berhasil (seperti Yusuf yang terus belajar bermain tenis meja).

    Tidak menyerah saat mengerjakan soal yang sulit.

Di lingkungan rumah:

    Tidak menyerah saat membantu pekerjaan rumah meskipun lelah.

    Terus belajar membaca Al-Qur'an meski masih terbata-bata.

 

4. Manfaat Pantang Menyerah

11.    Lebih mudah mencapai cita-cita.

12.    Menjadi pribadi yang tangguh dan kuat.

13.    Mendapatkan kepercayaan dari orang lain.

14.    Hidup menjadi lebih produktif dan bermakna.

 

C. Bersaing dalam Kebaikan (Fastabiqul Khairat)

Islam mengajarkan umatnya untuk saling berlomba-lomba dalam kebaikan. Contoh perilaku bersaing dalam hal positif antara lain:

    Giat belajar untuk memperoleh nilai yang baik.

    Aktif mengikuti kegiatan-kegiatan positif di sekolah.

    Berlomba-lomba dalam beribadah dan beramal saleh.

Sebaliknya, perilaku yang harus dihindari dalam persaingan adalah mencontek, berbuat curang, dan menjatuhkan orang lain.

 

D. Tawaduk (Rendah Hati)

1. Pengertian Tawaduk

Tawaduk adalah sikap rendah hati, yaitu tidak merasa dirinya lebih tinggi, lebih pandai, atau lebih baik dari orang lain. Tawaduk bukan berarti rendah diri (merasa tidak mampu), melainkan menghargai orang lain tanpa meremehkan.

 

2. Perbedaan Tawaduk dan Rendah Diri

 Tawaduk (Rendah Hati)   : Menghargai orang lain, tidak sombong, hati tenang dan damai.

Rendah Diri (Minder)    : Merasa tidak mampu, takut, cemas, dan selalu merasa kurang dari orang lain.

3. Manfaat Bersikap Tawaduk

    Hati menjadi tenang dan damai.

    Mudah bergaul dan disukai banyak orang.

    Sabar dalam menghadapi segala cobaan.

    Mendapatkan ridha Allah Swt.

 

E. Menghindari Sifat Bakhil

Bakhil adalah sifat tidak mau memberikan bantuan atau pertolongan kepada orang lain yang membutuhkan. Bakhil termasuk akhlak tercela yang harus dihindari oleh setiap Muslim.

Lawannya bakhil adalah dermawan, yaitu senang berbagi dan menolong sesama. Sikap dermawan sangat dianjurkan dalam Islam karena dapat mempererat tali persaudaraan.

 

 Istilah-istilah Penting:

- Tawasut   : Sikap pertengahan / moderat (tidak berlebihan)

- Tawaduk   : Sikap rendah hati

- Tawazun   : Sikap seimbang

- Tasamuh   : Sikap toleran / menghargai perbedaan

- Qonaah    : Sikap merasa cukup dengan apa yang dimiliki

- Husnuzon  : Berprasangka baik kepada orang lain

- Bakhil    : Sikap kikir / tidak mau memberi bantuan (akhlak tercela)

- Riya      : Pamer / melakukan kebaikan agar dilihat orang (akhlak tercela)


 

RANGKUMAN MATERI

 

Surah At-Tin

    Surah ke-95 dalam Al-Qur'an, tergolong Makkiyah, terdiri atas 8 ayat.

    Diwahyukan setelah Surah Al-Balad.

    Allah bersumpah dengan tin, zaitun, Gunung Sinai, dan Kota Makkah.

    Manusia diciptakan dalam bentuk sebaik-baiknya (ahsani taqwim).

    Orang beriman dan beramal saleh mendapat pahala tidak putus-putusnya.

 

Iman kepada Malaikat

    Malaikat diciptakan dari nur (cahaya), hukum beriman kepadanya adalah wajib.

    Malaikat adalah makhluk gaib yang selalu taat kepada Allah Swt.

    10 malaikat wajib diketahui beserta tugasnya masing-masing.

    Beriman kepada malaikat mendorong kita untuk selalu berbuat baik.

 

Akhlak Mulia

    Rajin membaca dan mencari ilmu adalah perintah Allah dalam Surah Al-Alaq.

    Pantang menyerah: terus berusaha dan tidak mudah putus asa.

    Fastabiqul khairat: berlomba dalam kebaikan, bukan kecurangan.

    Tawaduk: rendah hati, hati tenang, dan disukai orang banyak.

    Menghindari bakhil dan riya sebagai akhlak tercela.

 KISI-KISI SOAL PENILAIAN HARIAN

KISI-KISI SOAL PENILAIAN HARIAN

Mata Pelajaran: Pendidikan Agama Islam

Materi: QS At-Tin, Iman kepada Malaikat, dan Akhlak Mulia

No.

Kompetensi Dasar

Materi

Indikator Soal

Bentuk Soal

No. Soal

Level Kognitif

1

Memahami QS At-Tin

Urutan pewahyuan QS At-Tin

Mengetahui surah yang diwahyukan sebelum QS At-Tin

PG

1

C1

2

Memahami QS At-Tin

Kandungan QS At-Tin

Menjelaskan makna 'mereka' yang mendapat pahala tidak putus-putusnya

PG

2

C2

3

Memahami QS At-Tin

Lafal dan arti QS At-Tin

Mengartikan lafal سِيۡنِيۡنَۙ dalam QS At-Tin

PG

3

C1

4

Memahami QS At-Tin

Peristiwa di Gunung Sinai

Menjelaskan peristiwa yang terjadi di Gunung Sinai saat Isra Mikraj

PG

4

C2

5

Memahami QS At-Tin

Isi kandungan QS At-Tin

Mengidentifikasi ciptaan Allah Swt. yang disebut dalam QS At-Tin

PG

5

C3

6

Memahami QS At-Tin

Lafal dan arti QS At-Tin

Mengartikan ayat وَطُوۡرِ سِيۡنِيۡنَۙ dalam QS At-Tin

PG

6

C1

7

Memahami QS At-Tin

Kandungan QS At-Tin

Menyebutkan makhluk Allah Swt. yang paling mulia menurut QS At-Tin

PG

7

C1

8

Memahami QS At-Tin

Istilah dalam QS At-Tin

Menjelaskan istilah yang digunakan untuk mengungkapkan Baitulmaqdis dalam QS At-Tin

PG

8

C2

9

Memahami QS At-Tin

Arti QS At-Tin ayat 7

Menjelaskan arti surah At-Tin ayat ketujuh

PG

9

C1

10

Beriman kepada Malaikat

Makhluk taat kepada Allah

Menyebutkan makhluk yang selalu taat kepada Allah Swt.

PG

11

C1

11

Beriman kepada Malaikat

Tugas-tugas Malaikat

Menyebutkan malaikat yang bertugas menjaga neraka

PG

12

C1

12

Beriman kepada Malaikat

Tugas-tugas Malaikat

Menjelaskan sifat malaikat Izrail dalam menjalankan tugasnya

PG

13

C2

13

Beriman kepada Allah

Istilah keimanan

Menyebutkan sebutan bagi orang yang beriman kepada Allah

PG

14

C1

14

Beriman kepada Malaikat

Tugas Malaikat Mikail

Menjelaskan sikap yang tepat meskipun rezeki dibagikan malaikat Mikail

PG

15

C3

15

Beriman kepada Malaikat

Sifat malaikat

Menjelaskan pengertian malaikat sebagai makhluk gaib

PG

16

C2

16

Beriman kepada Malaikat

Fungsi beriman kepada Malaikat

Menjelaskan fungsi beriman kepada malaikat bagi orang beriman

PG

17

C2

17

Akhlak mulia

Derajat manusia di sisi Allah

Menjelaskan hal yang membedakan manusia di sisi Allah Swt.

PG

18

C2

18

Beriman kepada Malaikat

Sumber pengetahuan tentang malaikat

Menyebutkan kitab yang menjadi sumber pengetahuan tentang malaikat

PG

19

C1

19

Beriman kepada Malaikat

Sifat malaikat

Menjelaskan kemampuan malaikat dalam menjelma

PG

20

C1

20

Beriman kepada Malaikat

Tugas-tugas Malaikat

Menyebutkan malaikat yang meniup terompet pada hari kiamat

PG

21

C1

21

Beriman kepada Malaikat

Persamaan manusia dan jin

Menjelaskan persamaan antara manusia dan jin

PG

22

C2

22

Beriman kepada Malaikat

Sifat-sifat malaikat

Mengidentifikasi sifat yang bukan merupakan sifat malaikat

PG

23

C3

23

Beriman kepada Malaikat

Tugas-tugas Malaikat

Menyebutkan malaikat yang bertugas menurunkan hujan

PG

24

C1

24

Beriman kepada Malaikat

Pengaruh iman kepada malaikat

Menjelaskan pengaruh mengingat malaikat Atid terhadap perilaku

PG

25

C3

25

Beriman kepada Malaikat

Tugas-tugas Malaikat

Menyebutkan malaikat yang disebut pengawas

PG

26

C1

26

Beriman kepada Malaikat

Tugas-tugas Malaikat

Menyebutkan malaikat yang menanyai di alam kubur

PG

27

C1

27

Beriman kepada Malaikat

Asal penciptaan malaikat

Menyebutkan bahan penciptaan malaikat oleh Allah Swt.

PG

28

C1

28

Akhlak mulia

Perintah membaca dalam Al-Qur'an

Menyebutkan surah yang berisi perintah rajin membaca

PG

29

C1

29

Akhlak mulia

Pantang menyerah di sekolah

Memberikan contoh sikap pantang menyerah di lingkungan sekolah

PG

30

C3

30

Akhlak mulia

Sikap pantang menyerah

Menjelaskan sikap orang yang pantang menyerah saat mendapat kesulitan

PG

31

C2

31

Akhlak mulia

Perilaku positif

Memberikan contoh perilaku bersaing dalam hal positif

PG

32

C3

32

Akhlak mulia

Sifat terpuji

Menyebutkan istilah Islam untuk sikap rendah hati

PG

33

C1

33

Akhlak mulia

Manfaat rendah hati

Menjelaskan akibat memiliki sikap rendah hati

PG

34

C2

34

Akhlak mulia

Sifat tercela

Menyebutkan nama sifat tidak mau memberi bantuan

PG

35

C1

35

Sejarah Islam

Peristiwa penyerangan Ka'bah

Menyebutkan nama raja yang memerintahkan perusakan Ka'bah dengan gajah

Esai

1

C1

36

Sejarah Islam

Nasab Nabi Muhammad Saw.

Menyebutkan nama ayah Nabi Muhammad Saw.

Esai

2

C1

37

Sejarah Islam

Tujuan Raja Abrahah

Menjelaskan tujuan Raja Abrahah datang ke Makkah

Esai

3

C2

38

Beriman kepada Malaikat

Tugas-tugas Malaikat

Menyebutkan malaikat yang bertugas menanyai di alam kubur

Esai

4

C1

39

Beriman kepada Malaikat

Hukum beriman kepada malaikat

Menjelaskan hukum beriman kepada malaikat Allah Swt.

Esai

5

C2

40

Beriman kepada Malaikat

Tugas Malaikat Jibril

Menjelaskan tugas malaikat Jibril

Esai

6

C1

41

Akhlak mulia

Manfaat pantang menyerah

Menyebutkan keuntungan anak yang pantang menyerah

Esai

7

C2

42

Akhlak mulia

Pantang menyerah

Mengidentifikasi sikap pantang menyerah dari ilustrasi cerita

Esai

8

C3

43

Akhlak mulia

Rendah diri

Menjelaskan perasaan anak yang memiliki sikap rendah diri

Esai

9

C2

44

Akhlak mulia

Sikap cermat dan berhati-hati

Menjelaskan keuntungan hidup cermat dan berhati-hati

Esai

10

C2

45

Memahami QS At-Tin

Keistimewaan Bukit Sinai

Menjelaskan keistimewaan bukit Sinai dalam QS At-Tin ayat 2

Uraian

1

C2

46

Beriman kepada Malaikat

Tugas Malaikat Rakib

Menyebutkan contoh perbuatan baik yang dicatat Malaikat Rakib

Uraian

2

C3

47

Beriman kepada Malaikat

Makhluk gaib

Menjelaskan pengertian makhluk gaib dan memberikan contohnya

Uraian

3

C2

48

Beriman kepada Rasul

Sifat sidiq Rasul

Menjelaskan pentingnya sifat sidiq yang dimiliki rasul

Uraian

4

C2

49

Beriman kepada Rasul

Sifat wajib Rasul

Menyebutkan empat sifat wajib bagi rasul

Uraian

5

C1


0 comments:

Post a Comment