PENJABARAN MATERI
Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
Kelas V (Lima) SD
Toleransi & Kerukunan
| Iman kepada Hari Akhir |
Nilai-Nilai Pertemanan
BAB I: TOLERANSI DAN KERUKUNAN
A. Pengertian Toleransi
Toleransi
berasal dari bahasa Latin tolerare yang berarti menahan diri dan bersabar.
Dalam Islam, toleransi disebut dengan istilah tasamuh, yaitu sikap menghargai
dan menghormati perbedaan yang ada, baik perbedaan agama, suku, budaya, maupun
bahasa.
Toleransi
bukan berarti membenarkan keyakinan agama lain atau ikut melaksanakan ibadah
agama lain. Toleransi adalah memberi kebebasan kepada orang lain untuk
menjalankan keyakinannya tanpa gangguan.
1. Prinsip-Prinsip Toleransi dari QS.
Al-Maidah
Berdasarkan
ayat-ayat Al-Maidah yang telah dipelajari, terdapat beberapa prinsip toleransi
yang diajarkan Islam:
1.
Prinsip Tolong-Menolong dalam Kebaikan (Ayat 2)
Kita diperintahkan untuk bekerja sama
dengan siapapun dalam hal kebaikan, meskipun berbeda agama atau keyakinan.
Namun, kerja sama tidak boleh dilakukan untuk perbuatan dosa dan permusuhan.
2.
Prinsip Keadilan tanpa Diskriminasi (Ayat 8)
Rasa benci atau ketidaksukaan terhadap
suatu kelompok tidak boleh menghalangi kita untuk berlaku adil. Keadilan harus
ditegakkan kepada siapapun tanpa terkecuali.
3.
Prinsip Menghormati Nyawa dan Keselamatan Manusia (Ayat
32)
Setiap jiwa manusia sangat berharga.
Tidak ada satu agama, suku, atau kelompok manapun yang berhak menghilangkan
nyawa orang lain tanpa alasan yang dibenarkan. Islam mengharamkan kekerasan dan
terorisme atas nama apapun.
4.
Prinsip Fastabiqul Khairat (Ayat 48)
Perbedaan adalah sunnatullah (ketentuan
Allah). Sikap yang benar adalah menjadikan perbedaan sebagai motivasi untuk
berlomba dalam kebaikan, bukan sebagai alasan untuk berkonflik.
2. Hubungan Antar Umat Beragama Menurut
Al-Maidah
QS. Al-Maidah
mengatur hubungan antar umat beragama dengan sangat bijaksana:
●
Islam mengakui keberadaan agama-agama lain sebagai
bagian dari kehendak Allah Swt.
●
Umat Islam diperbolehkan berinteraksi, bekerja sama,
dan tolong-menolong dengan pemeluk agama lain dalam hal kebaikan dan kemaslahatan
bersama.
●
Umat Islam harus berlaku adil dan tidak melakukan
diskriminasi terhadap pemeluk agama lain.
●
Umat Islam dilarang melakukan kekerasan, pemaksaan,
atau penganiayaan terhadap siapapun.
●
Perbedaan agama harus disikapi dengan fastabiqul khairat,
bukan permusuhan.
3. Nilai-Nilai Toleransi yang Dapat Dipetik
C. Bentuk-Bentuk Toleransi
1. Toleransi dalam Kehidupan
Beragama
●
Memberikan kebebasan kepada orang lain untuk
menjalankan ibadah sesuai keyakinannya.
●
Tidak menghina atau merendahkan agama orang lain.
●
Menghormati orang lain yang sedang beribadah.
●
Tidak memaksakan keyakinan kepada orang lain.
●
Mendamaikan orang yang berselisih karena perbedaan
agama.
2. Toleransi dalam Kehidupan
Bermasyarakat
●
Menghormati perbedaan suku, budaya, dan bahasa.
●
Bergotong royong tanpa memandang perbedaan latar
belakang.
●
Menghadiri dan menghormati perayaan budaya tetangga.
●
Tidak membeda-bedakan teman berdasarkan suku atau
agama.
D. Makna Bhinneka Tunggal Ika
"Bhinneka
Tunggal Ika" adalah semboyan bangsa Indonesia yang berasal dari bahasa
Sanskerta dan berarti "Berbeda-beda tetapi tetap satu". Semboyan ini
mengajarkan bahwa meskipun bangsa Indonesia terdiri dari beragam suku, budaya,
bahasa, dan agama, kita tetap satu sebagai bangsa Indonesia.
Makna
Bhinneka Tunggal Ika:
- Perbedaan bukan alasan untuk berpisah,
melainkan kekayaan bangsa.
- Kita harus menjaga persatuan meskipun
berbeda-beda.
- Setiap warga negara wajib menghormati
perbedaan yang ada.
- Perbedaan BUKAN alasan untuk berkonflik.
E. Kerukunan dalam Kehidupan
Kerukunan
adalah keadaan hidup bersama yang harmonis, aman, dan damai. Kerukunan dapat
terwujud apabila setiap anggota masyarakat saling menghargai dan bekerja sama.
Faktor-Faktor yang Dapat
Merusak Toleransi dan Kerukunan:
1.
Sukuisme, yaitu sikap yang terlalu mengutamakan suku
sendiri dan meremehkan suku lain.
2.
Chauvinisme, yaitu sikap yang menganggap bangsanya atau
kelompoknya paling unggul.
3.
Fanatisme sempit, yaitu sikap berlebihan terhadap suatu
paham atau kelompok.
4.
Kedaerahan yang berlebihan, yaitu hanya peduli pada
daerah sendiri.
5.
Penyebaran berita bohong (hoaks) yang memicu
perpecahan.
Cara Menjaga Kerukunan:
○
Menyelesaikan perselisihan dengan musyawarah dan sikap
saling memaafkan.
○
Aktif mengikuti kegiatan yang mempererat persaudaraan
antarsiswa.
○
Saling menghargai, tolong-menolong, dan menjaga
persatuan.
○
Menghormati perbedaan pendapat antarteman untuk menjaga
kerukunan.
F. Manfaat Toleransi dan Hidup Rukun
6.
Menciptakan suasana aman, nyaman, dan tenteram dalam
masyarakat.
7.
Mempererat tali persaudaraan dan persatuan.
8.
Pekerjaan menjadi lebih mudah dan cepat selesai karena
dikerjakan bersama.
9.
Menjaga keutuhan bangsa dan negara.
10.
Mendatangkan keberkahan dari Allah Swt.
G. Peran Pelajar dalam Menjaga Perdamaian
Sebagai
pelajar, kita dapat berkontribusi menjaga perdamaian dan kerukunan dengan cara:
●
Aktif mengikuti kegiatan yang mempererat persaudaraan
antarsiswa.
●
Tidak membentuk kelompok eksklusif berdasarkan suku
atau agama.
●
Tidak mengunggah konten provokatif di media sosial.
●
Menghormati perbedaan pendapat teman dalam diskusi
kelas.
●
Menjadi penengah saat terjadi perselisihan antarteman.
BAB II: IMAN KEPADA HARI AKHIR
A. Pengertian Iman kepada Hari Akhir
Iman kepada
hari akhir adalah meyakini dengan sepenuh hati bahwa kehidupan di dunia ini
pasti akan berakhir dan akan datang kehidupan yang kekal di akhirat. Beriman
kepada hari akhir merupakan Rukun Iman yang ke-5.
Hari akhir
disebut juga Yaumul Qiyamah, yaitu hari ketika seluruh alam semesta hancur dan
semua makhluk hidup mati, kemudian dibangkitkan kembali untuk
mempertanggungjawabkan seluruh amal perbuatannya selama hidup di dunia.
B. Nama-Nama Hari Akhir
|
Nama Hari Akhir |
Arti / Keterangan |
|
Yaumul Qiyamah |
Hari kiamat / hari
berakhirnya alam semesta |
|
Yaumul Ba'ats |
Hari kebangkitan seluruh
makhluk dari kubur |
|
Yaumul Mahsyar |
Hari dikumpulkannya seluruh
makhluk di Padang Mahsyar |
|
Yaumul Hisab |
Hari perhitungan seluruh
amal perbuatan manusia |
|
Yaumul Mizan |
Hari penimbangan amal baik
dan buruk |
|
Yaumul Jaza' |
Hari pembalasan atas
seluruh amal perbuatan |
|
Yaumul Barzakh |
Alam penantian (kubur)
sebelum hari kiamat tiba |
C. Tanda-Tanda Hari Akhir
1. Tanda-Tanda Kecil (Kiamat
Sugra)
Kiamat sugra
adalah kiamat kecil yang sudah sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari,
seperti kematian seseorang. Tanda-tandanya antara lain:
●
Merajalelanya kemaksiatan dan melemahnya akhlak
manusia.
●
Ilmu agama semakin tidak dihiraukan.
●
Minuman keras dan perzinaan semakin marak.
●
Fitnah dan perpecahan semakin banyak terjadi.
●
Banyak pemimpin yang tidak amanah.
●
Waktu terasa berjalan semakin cepat.
2. Tanda-Tanda Besar (Kiamat
Kubra)
Kiamat kubra
adalah kiamat besar, yaitu hancurnya seluruh alam semesta. Tanda-tandanya
antara lain:
●
Matahari terbit dari arah barat.
●
Munculnya Dajjal (makhluk yang menebar fitnah besar).
●
Turunnya Nabi Isa a.s. kembali ke bumi.
●
Keluarnya Ya'juj dan Ma'juj.
●
Munculnya Imam Mahdi.
●
Terjadinya tiga gerhana besar (di timur, barat, dan
Jazirah Arab).
|
Perbedaan
Kiamat Sugra dan Kiamat Kubra: Kiamat
Sugra = Kiamat kecil, contoh: kematian
seseorang, bencana alam Kiamat
Kubra = Kiamat besar, yaitu hancurnya
seluruh alam semesta sekaligus |
D. Tahapan Kehidupan Setelah Kematian
Setelah
manusia meninggal dunia, ia akan melewati beberapa tahapan menuju hari akhir:
|
No. |
Tahapan |
Penjelasan |
|
1 |
Alam Barzakh |
Alam kubur, tempat penantian setelah kematian sampai
hari kiamat. Di sini manusia ditanya oleh Malaikat Munkar dan Nakir. |
|
2 |
Yaumul Ba'ats |
Hari kebangkitan. Semua manusia dibangkitkan dari
kubur oleh tiupan sangkakala kedua Malaikat Israfil. |
|
3 |
Padang Mahsyar |
Seluruh makhluk dikumpulkan di padang yang sangat
luas untuk menunggu proses perhitungan amal. |
|
4 |
Yaumul Hisab |
Hari perhitungan amal. Semua perbuatan manusia
selama hidup di dunia dihitung dengan sangat teliti oleh Allah Swt. |
|
5 |
Yaumul Mizan |
Hari penimbangan amal. Amal baik dan buruk ditimbang
untuk menentukan balasan yang akan diterima. |
|
6 |
Surga / Neraka |
Setelah melewati Jembatan Shiratal Mustaqim, manusia
akan masuk surga (bagi yang beramal baik) atau neraka (bagi yang beramal
buruk). |
E. Tiupan Sangkakala
Pada hari
kiamat, Malaikat Israfil akan meniup sangkakala (terompet) sebanyak dua kali
atas perintah Allah Swt.:
11.
Tiupan Pertama (Nafkhatus Sha'iq / Tiupan Kematian):
Menyebabkan seluruh makhluk hidup mati dan alam semesta hancur.
12.
Tiupan Kedua (Nafkhatul Ba'ats / Tiupan Kebangkitan):
Menyebabkan seluruh makhluk hidup dibangkitkan kembali dari kematian.
F. Hikmah Beriman kepada Hari Akhir
13.
Mendorong seseorang untuk selalu berbuat kebaikan
karena setiap amal perbuatan akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah Swt.
14.
Menjauhi perbuatan maksiat dan dosa karena yakin bahwa
setiap perbuatan dosa akan mendapat balasan di akhirat.
15.
Menjadikan dunia sebagai sarana untuk meraih
kebahagiaan akhirat, bukan tujuan utama.
16.
Bersabar dalam menghadapi cobaan karena yakin kesabaran
akan mendapat pahala di akhirat.
17.
Gemar bersedekah dan membantu sesama karena
mengharapkan pahala akhirat.
18.
Mencegah perbuatan curang dan korupsi karena yakin
perbuatan sekecil apapun akan dihisab.
19.
Mempersiapkan diri dengan berbuat kebaikan selama masih
hidup.
|
Sikap
Bijak Menghadapi Kematian: Kematian
adalah kepastian yang akan dialami oleh setiap makhluk hidup. Sikap
yang paling bijak adalah MEMPERSIAPKAN DIRI dengan memperbanyak ibadah
dan amal kebaikan selagi masih hidup, bukan merasa takut berlebihan atau
mengabaikan kenyataan bahwa kematian pasti akan datang. |
BAB III: NILAI-NILAI PERTEMANAN DALAM ISLAM
A. Pengertian Pertemanan
Pertemanan
adalah hubungan yang terjalin antara dua orang atau lebih berdasarkan rasa
saling percaya, saling menghargai, dan saling menyayangi. Manusia adalah
makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri tanpa bantuan orang lain, sehingga
berteman adalah fitrah manusia.
Dalam Islam,
pertemanan yang terbaik adalah pertemanan yang dilandasi oleh niat yang baik
dan karena Allah Swt. Pertemanan yang tulus dan penuh kasih sayang karena Allah
akan kekal hingga di akhirat.
B. Dasar Pertemanan dalam Islam
|
Islam
mengajarkan untuk tidak membeda-bedakan dalam pertemanan. Allah
Swt. berfirman dalam QS. Al-Hujurat ayat 13: "...Sesungguhnya
Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan
bersuku-suku supaya kamu saling mengenal..." Manusia
diciptakan bersuku-suku dan berbangsa-bangsa agar saling MENGENAL, bukan
untuk saling membeda-bedakan atau merendahkan satu sama lain. |
C. Ciri-Ciri Teman yang Baik
●
Jujur dan tidak suka berbohong.
●
Setia dan tidak mengkhianati kepercayaan teman.
●
Saling menghormati dan menjaga perasaan satu sama lain.
●
Saling mengingatkan dalam kebaikan dan mencegah dari
keburukan.
●
Peduli terhadap teman yang sedang kesusahan.
●
Memaafkan kesalahan teman dengan lapang dada.
●
Tidak egois dan tidak mau menang sendiri.
●
Tidak pilih-pilih teman berdasarkan kekayaan atau latar
belakang.
D. Perumpamaan Teman dalam Islam
Rasulullah
Saw. mengajarkan perumpamaan tentang pengaruh teman dalam kehidupan:
|
Hadits
Rasulullah Saw.: "Perumpamaan
teman yang baik dan teman yang buruk ibarat pedagang minyak wangi dan pandai besi. Pedagang minyak wangi
mungkin memberimu minyak wangi, atau kamu membeli darinya, atau setidaknya
kamu mendapat bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi pakaianmu
terbakar, atau kamu mendapat bau yang tidak sedap darinya." Berteman
dengan orang SALEH = seperti berteman
dengan penjual minyak wangi (memberi
manfaat dan keharuman dalam kehidupan) Berteman
dengan orang BURUK = seperti berteman
dengan pedagang ikan asin (dapat
memberikan pengaruh buruk) |
E. Manfaat Memiliki Teman yang Baik
20.
Saling mengingatkan dalam kebaikan dan mencegah dari
keburukan.
21.
Membantu saat kesulitan dan memberikan semangat saat
bersedih.
22.
Menjadi lebih termotivasi untuk belajar dan
berprestasi.
23.
Hidup terasa lebih menyenangkan dan bermakna.
24.
Membawa kebahagiaan di dunia dan keberkahan hingga di
akhirat.
F. Perilaku yang Merusak Pertemanan
Ada beberapa
perilaku yang dapat merusak hubungan pertemanan dan harus kita hindari:
●
Suka berbohong dan mengkhianati kepercayaan teman.
●
Mudah marah dan tidak mau memaafkan kesalahan teman.
●
Membicarakan keburukan teman kepada orang lain.
●
Bersikap egois dan selalu ingin menang sendiri.
●
Pilih-pilih teman hanya berdasarkan kekayaan atau
keuntungan.
●
Menertawakan atau mengejek teman yang sedang kesusahan.
G. Menjaga Pertemanan
Agar
pertemanan menjadi langgeng dan menyenangkan, kita harus bersikap:
●
Jujur, setia, dan saling menghargai satu sama lain.
●
Mendatangi dan memberikan semangat serta dukungan
kepada teman yang sedang bersedih.
●
Memberikan saran yang baik dan jujur kepada teman
(seperti Dani yang menyarankan Reza untuk meminta maaf kepada guru).
●
Tidak memaksakan kehendak kepada teman.
●
Meluangkan waktu untuk mendengarkan cerita dan keluh
kesah teman.
H. Ukhuwah Islamiyah
Ukhuwah
Islamiyah adalah persaudaraan sesama umat Islam yang didasari oleh keimanan
kepada Allah Swt. Ukhuwah Islamiyah mencakup kerukunan, persatuan, dan
solidaritas antarsesama Muslim.
Allah Swt.
berfirman dalam QS. Al-Hujurat ayat 10: "Sesungguhnya orang-orang mukmin
itu bersaudara." Oleh karena itu, menjaga kebersamaan dan persatuan dalam
Islam merupakan bagian dari pengamalan nilai ukhuwah Islamiyah.
|
Istilah |
Pengertian |
|
Ukhuwah Islamiyah |
Persaudaraan sesama umat
Islam |
|
Ukhuwah Wathaniyah |
Persaudaraan sesama warga
negara tanpa memandang perbedaan agama |
|
Ukhuwah Insaniyah |
Persaudaraan sesama manusia
di seluruh dunia |
|
Tasamuh |
Toleransi, saling
menghargai perbedaan |
|
Tawaduk |
Rendah hati, tidak sombong |
|
Fastabiqul Khairat |
Berlomba-lomba dalam
kebaikan |
RANGKUMAN MATERI
Toleransi dan Kerukunan
●
Toleransi (tasamuh) adalah sikap menghargai dan
menghormati perbedaan agama, suku, budaya, dan bahasa.
●
Toleransi bukan berarti membenarkan keyakinan agama
lain, tetapi memberi kebebasan beribadah.
●
Bhinneka Tunggal Ika: berbeda-beda tetapi tetap satu
sebagai bangsa Indonesia.
●
Faktor perusak toleransi: sukuisme, chauvinisme,
fanatisme sempit, kedaerahan berlebihan.
●
Manfaat kerukunan: aman, nyaman, tenteram, dan
pekerjaan cepat selesai.
Iman kepada Hari Akhir
●
Iman kepada hari akhir adalah Rukun Iman ke-5.
●
Hari akhir disebut Yaumul Qiyamah; nama lainnya: Yaumul
Ba'ats, Mahsyar, Hisab, Mizan.
●
Kiamat Sugra = kiamat kecil; Kiamat Kubra = hancurnya
seluruh alam semesta.
●
Malaikat Israfil bertugas meniup sangkakala pada hari
kiamat.
●
Hikmah: mendorong berbuat baik, menjauhi maksiat,
bersabar, dan rajin bersedekah.
Nilai-Nilai Pertemanan
●
Berteman adalah fitrah manusia sebagai makhluk sosial.
●
Pertemanan karena Allah akan kekal hingga di akhirat.
●
Teman yang baik ibarat penjual minyak wangi: selalu
memberi manfaat.
●
Ukhuwah Islamiyah = persaudaraan sesama umat Islam
berdasarkan keimanan.
●
Islam melarang membeda-bedakan teman; manusia
diciptakan beragam agar saling mengenal.







0 comments:
Post a Comment