Friday, March 6, 2026

Kisi-kisi PAI Kelas 5

 

 

PENJABARAN MATERI

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti

Kelas V (Lima) SD

Toleransi & Kerukunan  |  Iman kepada Hari Akhir  |  Nilai-Nilai Pertemanan

 

BAB I: TOLERANSI DAN KERUKUNAN

 

A. Pengertian Toleransi

Toleransi berasal dari bahasa Latin tolerare yang berarti menahan diri dan bersabar. Dalam Islam, toleransi disebut dengan istilah tasamuh, yaitu sikap menghargai dan menghormati perbedaan yang ada, baik perbedaan agama, suku, budaya, maupun bahasa.

Toleransi bukan berarti membenarkan keyakinan agama lain atau ikut melaksanakan ibadah agama lain. Toleransi adalah memberi kebebasan kepada orang lain untuk menjalankan keyakinannya tanpa gangguan.

 

1. Prinsip-Prinsip Toleransi dari QS. Al-Maidah

Berdasarkan ayat-ayat Al-Maidah yang telah dipelajari, terdapat beberapa prinsip toleransi yang diajarkan Islam:

 

1.   Prinsip Tolong-Menolong dalam Kebaikan (Ayat 2)

Kita diperintahkan untuk bekerja sama dengan siapapun dalam hal kebaikan, meskipun berbeda agama atau keyakinan. Namun, kerja sama tidak boleh dilakukan untuk perbuatan dosa dan permusuhan.

 

2.   Prinsip Keadilan tanpa Diskriminasi (Ayat 8)

Rasa benci atau ketidaksukaan terhadap suatu kelompok tidak boleh menghalangi kita untuk berlaku adil. Keadilan harus ditegakkan kepada siapapun tanpa terkecuali.

 

3.   Prinsip Menghormati Nyawa dan Keselamatan Manusia (Ayat 32)

Setiap jiwa manusia sangat berharga. Tidak ada satu agama, suku, atau kelompok manapun yang berhak menghilangkan nyawa orang lain tanpa alasan yang dibenarkan. Islam mengharamkan kekerasan dan terorisme atas nama apapun.

 

4.   Prinsip Fastabiqul Khairat (Ayat 48)

Perbedaan adalah sunnatullah (ketentuan Allah). Sikap yang benar adalah menjadikan perbedaan sebagai motivasi untuk berlomba dalam kebaikan, bukan sebagai alasan untuk berkonflik.

 

2. Hubungan Antar Umat Beragama Menurut Al-Maidah

QS. Al-Maidah mengatur hubungan antar umat beragama dengan sangat bijaksana:

    Islam mengakui keberadaan agama-agama lain sebagai bagian dari kehendak Allah Swt.

    Umat Islam diperbolehkan berinteraksi, bekerja sama, dan tolong-menolong dengan pemeluk agama lain dalam hal kebaikan dan kemaslahatan bersama.

    Umat Islam harus berlaku adil dan tidak melakukan diskriminasi terhadap pemeluk agama lain.

    Umat Islam dilarang melakukan kekerasan, pemaksaan, atau penganiayaan terhadap siapapun.

    Perbedaan agama harus disikapi dengan fastabiqul khairat, bukan permusuhan.

 

3. Nilai-Nilai Toleransi yang Dapat Dipetik

C. Bentuk-Bentuk Toleransi

1. Toleransi dalam Kehidupan Beragama

    Memberikan kebebasan kepada orang lain untuk menjalankan ibadah sesuai keyakinannya.

    Tidak menghina atau merendahkan agama orang lain.

    Menghormati orang lain yang sedang beribadah.

    Tidak memaksakan keyakinan kepada orang lain.

    Mendamaikan orang yang berselisih karena perbedaan agama.

 

2. Toleransi dalam Kehidupan Bermasyarakat

    Menghormati perbedaan suku, budaya, dan bahasa.

    Bergotong royong tanpa memandang perbedaan latar belakang.

    Menghadiri dan menghormati perayaan budaya tetangga.

    Tidak membeda-bedakan teman berdasarkan suku atau agama.

 

D. Makna Bhinneka Tunggal Ika

"Bhinneka Tunggal Ika" adalah semboyan bangsa Indonesia yang berasal dari bahasa Sanskerta dan berarti "Berbeda-beda tetapi tetap satu". Semboyan ini mengajarkan bahwa meskipun bangsa Indonesia terdiri dari beragam suku, budaya, bahasa, dan agama, kita tetap satu sebagai bangsa Indonesia.

 

Makna Bhinneka Tunggal Ika:

  - Perbedaan bukan alasan untuk berpisah, melainkan kekayaan bangsa.

  - Kita harus menjaga persatuan meskipun berbeda-beda.

  - Setiap warga negara wajib menghormati perbedaan yang ada.

  - Perbedaan BUKAN alasan untuk berkonflik.

E. Kerukunan dalam Kehidupan

Kerukunan adalah keadaan hidup bersama yang harmonis, aman, dan damai. Kerukunan dapat terwujud apabila setiap anggota masyarakat saling menghargai dan bekerja sama.

Faktor-Faktor yang Dapat Merusak Toleransi dan Kerukunan:

1.   Sukuisme, yaitu sikap yang terlalu mengutamakan suku sendiri dan meremehkan suku lain.

2.   Chauvinisme, yaitu sikap yang menganggap bangsanya atau kelompoknya paling unggul.

3.   Fanatisme sempit, yaitu sikap berlebihan terhadap suatu paham atau kelompok.

4.   Kedaerahan yang berlebihan, yaitu hanya peduli pada daerah sendiri.

5.   Penyebaran berita bohong (hoaks) yang memicu perpecahan.

 

Cara Menjaga Kerukunan:

    Menyelesaikan perselisihan dengan musyawarah dan sikap saling memaafkan.

    Aktif mengikuti kegiatan yang mempererat persaudaraan antarsiswa.

    Saling menghargai, tolong-menolong, dan menjaga persatuan.

    Menghormati perbedaan pendapat antarteman untuk menjaga kerukunan.

 

F. Manfaat Toleransi dan Hidup Rukun

6.   Menciptakan suasana aman, nyaman, dan tenteram dalam masyarakat.

7.   Mempererat tali persaudaraan dan persatuan.

8.   Pekerjaan menjadi lebih mudah dan cepat selesai karena dikerjakan bersama.

9.   Menjaga keutuhan bangsa dan negara.

10.    Mendatangkan keberkahan dari Allah Swt.

 

G. Peran Pelajar dalam Menjaga Perdamaian

Sebagai pelajar, kita dapat berkontribusi menjaga perdamaian dan kerukunan dengan cara:

    Aktif mengikuti kegiatan yang mempererat persaudaraan antarsiswa.

    Tidak membentuk kelompok eksklusif berdasarkan suku atau agama.

    Tidak mengunggah konten provokatif di media sosial.

    Menghormati perbedaan pendapat teman dalam diskusi kelas.

    Menjadi penengah saat terjadi perselisihan antarteman.

 

 

 


 

BAB II: IMAN KEPADA HARI AKHIR

 

A. Pengertian Iman kepada Hari Akhir

Iman kepada hari akhir adalah meyakini dengan sepenuh hati bahwa kehidupan di dunia ini pasti akan berakhir dan akan datang kehidupan yang kekal di akhirat. Beriman kepada hari akhir merupakan Rukun Iman yang ke-5.

Hari akhir disebut juga Yaumul Qiyamah, yaitu hari ketika seluruh alam semesta hancur dan semua makhluk hidup mati, kemudian dibangkitkan kembali untuk mempertanggungjawabkan seluruh amal perbuatannya selama hidup di dunia.

 

B. Nama-Nama Hari Akhir

Nama Hari Akhir

Arti / Keterangan

Yaumul Qiyamah

Hari kiamat / hari berakhirnya alam semesta

Yaumul Ba'ats

Hari kebangkitan seluruh makhluk dari kubur

Yaumul Mahsyar

Hari dikumpulkannya seluruh makhluk di Padang Mahsyar

Yaumul Hisab

Hari perhitungan seluruh amal perbuatan manusia

Yaumul Mizan

Hari penimbangan amal baik dan buruk

Yaumul Jaza'

Hari pembalasan atas seluruh amal perbuatan

Yaumul Barzakh

Alam penantian (kubur) sebelum hari kiamat tiba

 

C. Tanda-Tanda Hari Akhir

1. Tanda-Tanda Kecil (Kiamat Sugra)

Kiamat sugra adalah kiamat kecil yang sudah sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari, seperti kematian seseorang. Tanda-tandanya antara lain:

    Merajalelanya kemaksiatan dan melemahnya akhlak manusia.

    Ilmu agama semakin tidak dihiraukan.

    Minuman keras dan perzinaan semakin marak.

    Fitnah dan perpecahan semakin banyak terjadi.

    Banyak pemimpin yang tidak amanah.

    Waktu terasa berjalan semakin cepat.

 

2. Tanda-Tanda Besar (Kiamat Kubra)

Kiamat kubra adalah kiamat besar, yaitu hancurnya seluruh alam semesta. Tanda-tandanya antara lain:

    Matahari terbit dari arah barat.

    Munculnya Dajjal (makhluk yang menebar fitnah besar).

    Turunnya Nabi Isa a.s. kembali ke bumi.

    Keluarnya Ya'juj dan Ma'juj.

    Munculnya Imam Mahdi.

    Terjadinya tiga gerhana besar (di timur, barat, dan Jazirah Arab).

 

Perbedaan Kiamat Sugra dan Kiamat Kubra:

 

Kiamat Sugra  = Kiamat kecil, contoh: kematian seseorang, bencana alam

Kiamat Kubra  = Kiamat besar, yaitu hancurnya seluruh alam semesta sekaligus

 

D. Tahapan Kehidupan Setelah Kematian

Setelah manusia meninggal dunia, ia akan melewati beberapa tahapan menuju hari akhir:

No.

Tahapan

Penjelasan

1

Alam Barzakh

Alam kubur, tempat penantian setelah kematian sampai hari kiamat. Di sini manusia ditanya oleh Malaikat Munkar dan Nakir.

2

Yaumul Ba'ats

Hari kebangkitan. Semua manusia dibangkitkan dari kubur oleh tiupan sangkakala kedua Malaikat Israfil.

3

Padang Mahsyar

Seluruh makhluk dikumpulkan di padang yang sangat luas untuk menunggu proses perhitungan amal.

4

Yaumul Hisab

Hari perhitungan amal. Semua perbuatan manusia selama hidup di dunia dihitung dengan sangat teliti oleh Allah Swt.

5

Yaumul Mizan

Hari penimbangan amal. Amal baik dan buruk ditimbang untuk menentukan balasan yang akan diterima.

6

Surga / Neraka

Setelah melewati Jembatan Shiratal Mustaqim, manusia akan masuk surga (bagi yang beramal baik) atau neraka (bagi yang beramal buruk).

 

E. Tiupan Sangkakala

Pada hari kiamat, Malaikat Israfil akan meniup sangkakala (terompet) sebanyak dua kali atas perintah Allah Swt.:

11.    Tiupan Pertama (Nafkhatus Sha'iq / Tiupan Kematian): Menyebabkan seluruh makhluk hidup mati dan alam semesta hancur.

12.    Tiupan Kedua (Nafkhatul Ba'ats / Tiupan Kebangkitan): Menyebabkan seluruh makhluk hidup dibangkitkan kembali dari kematian.

 

F. Hikmah Beriman kepada Hari Akhir

13.    Mendorong seseorang untuk selalu berbuat kebaikan karena setiap amal perbuatan akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah Swt.

14.    Menjauhi perbuatan maksiat dan dosa karena yakin bahwa setiap perbuatan dosa akan mendapat balasan di akhirat.

15.    Menjadikan dunia sebagai sarana untuk meraih kebahagiaan akhirat, bukan tujuan utama.

16.    Bersabar dalam menghadapi cobaan karena yakin kesabaran akan mendapat pahala di akhirat.

17.    Gemar bersedekah dan membantu sesama karena mengharapkan pahala akhirat.

18.    Mencegah perbuatan curang dan korupsi karena yakin perbuatan sekecil apapun akan dihisab.

19.    Mempersiapkan diri dengan berbuat kebaikan selama masih hidup.

 

Sikap Bijak Menghadapi Kematian:

Kematian adalah kepastian yang akan dialami oleh setiap makhluk hidup.

Sikap yang paling bijak adalah MEMPERSIAPKAN DIRI dengan memperbanyak

ibadah dan amal kebaikan selagi masih hidup, bukan merasa takut berlebihan

atau mengabaikan kenyataan bahwa kematian pasti akan datang.

 


 

BAB III: NILAI-NILAI PERTEMANAN DALAM ISLAM

 

A. Pengertian Pertemanan

Pertemanan adalah hubungan yang terjalin antara dua orang atau lebih berdasarkan rasa saling percaya, saling menghargai, dan saling menyayangi. Manusia adalah makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri tanpa bantuan orang lain, sehingga berteman adalah fitrah manusia.

Dalam Islam, pertemanan yang terbaik adalah pertemanan yang dilandasi oleh niat yang baik dan karena Allah Swt. Pertemanan yang tulus dan penuh kasih sayang karena Allah akan kekal hingga di akhirat.

 

B. Dasar Pertemanan dalam Islam

Islam mengajarkan untuk tidak membeda-bedakan dalam pertemanan.

Allah Swt. berfirman dalam QS. Al-Hujurat ayat 13:

 

"...Sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan

 dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal..."

 

Manusia diciptakan bersuku-suku dan berbangsa-bangsa agar saling MENGENAL,

bukan untuk saling membeda-bedakan atau merendahkan satu sama lain.

 

C. Ciri-Ciri Teman yang Baik

    Jujur dan tidak suka berbohong.

    Setia dan tidak mengkhianati kepercayaan teman.

    Saling menghormati dan menjaga perasaan satu sama lain.

    Saling mengingatkan dalam kebaikan dan mencegah dari keburukan.

    Peduli terhadap teman yang sedang kesusahan.

    Memaafkan kesalahan teman dengan lapang dada.

    Tidak egois dan tidak mau menang sendiri.

    Tidak pilih-pilih teman berdasarkan kekayaan atau latar belakang.

 

D. Perumpamaan Teman dalam Islam

Rasulullah Saw. mengajarkan perumpamaan tentang pengaruh teman dalam kehidupan:

Hadits Rasulullah Saw.:

"Perumpamaan teman yang baik dan teman yang buruk ibarat pedagang minyak wangi

 dan pandai besi. Pedagang minyak wangi mungkin memberimu minyak wangi,

 atau kamu membeli darinya, atau setidaknya kamu mendapat bau harum darinya.

 Sedangkan pandai besi, bisa jadi pakaianmu terbakar, atau kamu mendapat bau

 yang tidak sedap darinya."

 

Berteman dengan orang SALEH  = seperti berteman dengan penjual minyak wangi

                               (memberi manfaat dan keharuman dalam kehidupan)

Berteman dengan orang BURUK  = seperti berteman dengan pedagang ikan asin

                               (dapat memberikan pengaruh buruk)

 

E. Manfaat Memiliki Teman yang Baik

20.    Saling mengingatkan dalam kebaikan dan mencegah dari keburukan.

21.    Membantu saat kesulitan dan memberikan semangat saat bersedih.

22.    Menjadi lebih termotivasi untuk belajar dan berprestasi.

23.    Hidup terasa lebih menyenangkan dan bermakna.

24.    Membawa kebahagiaan di dunia dan keberkahan hingga di akhirat.

 

F. Perilaku yang Merusak Pertemanan

Ada beberapa perilaku yang dapat merusak hubungan pertemanan dan harus kita hindari:

    Suka berbohong dan mengkhianati kepercayaan teman.

    Mudah marah dan tidak mau memaafkan kesalahan teman.

    Membicarakan keburukan teman kepada orang lain.

    Bersikap egois dan selalu ingin menang sendiri.

    Pilih-pilih teman hanya berdasarkan kekayaan atau keuntungan.

    Menertawakan atau mengejek teman yang sedang kesusahan.

 

G. Menjaga Pertemanan

Agar pertemanan menjadi langgeng dan menyenangkan, kita harus bersikap:

    Jujur, setia, dan saling menghargai satu sama lain.

    Mendatangi dan memberikan semangat serta dukungan kepada teman yang sedang bersedih.

    Memberikan saran yang baik dan jujur kepada teman (seperti Dani yang menyarankan Reza untuk meminta maaf kepada guru).

    Tidak memaksakan kehendak kepada teman.

    Meluangkan waktu untuk mendengarkan cerita dan keluh kesah teman.

 

H. Ukhuwah Islamiyah

Ukhuwah Islamiyah adalah persaudaraan sesama umat Islam yang didasari oleh keimanan kepada Allah Swt. Ukhuwah Islamiyah mencakup kerukunan, persatuan, dan solidaritas antarsesama Muslim.

Allah Swt. berfirman dalam QS. Al-Hujurat ayat 10: "Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara." Oleh karena itu, menjaga kebersamaan dan persatuan dalam Islam merupakan bagian dari pengamalan nilai ukhuwah Islamiyah.

 

Istilah

Pengertian

Ukhuwah Islamiyah

Persaudaraan sesama umat Islam

Ukhuwah Wathaniyah

Persaudaraan sesama warga negara tanpa memandang perbedaan agama

Ukhuwah Insaniyah

Persaudaraan sesama manusia di seluruh dunia

Tasamuh

Toleransi, saling menghargai perbedaan

Tawaduk

Rendah hati, tidak sombong

Fastabiqul Khairat

Berlomba-lomba dalam kebaikan

 


 

RANGKUMAN MATERI

 

Toleransi dan Kerukunan

    Toleransi (tasamuh) adalah sikap menghargai dan menghormati perbedaan agama, suku, budaya, dan bahasa.

    Toleransi bukan berarti membenarkan keyakinan agama lain, tetapi memberi kebebasan beribadah.

    Bhinneka Tunggal Ika: berbeda-beda tetapi tetap satu sebagai bangsa Indonesia.

    Faktor perusak toleransi: sukuisme, chauvinisme, fanatisme sempit, kedaerahan berlebihan.

    Manfaat kerukunan: aman, nyaman, tenteram, dan pekerjaan cepat selesai.

 

Iman kepada Hari Akhir

    Iman kepada hari akhir adalah Rukun Iman ke-5.

    Hari akhir disebut Yaumul Qiyamah; nama lainnya: Yaumul Ba'ats, Mahsyar, Hisab, Mizan.

    Kiamat Sugra = kiamat kecil; Kiamat Kubra = hancurnya seluruh alam semesta.

    Malaikat Israfil bertugas meniup sangkakala pada hari kiamat.

    Hikmah: mendorong berbuat baik, menjauhi maksiat, bersabar, dan rajin bersedekah.

 

Nilai-Nilai Pertemanan

    Berteman adalah fitrah manusia sebagai makhluk sosial.

    Pertemanan karena Allah akan kekal hingga di akhirat.

    Teman yang baik ibarat penjual minyak wangi: selalu memberi manfaat.

    Ukhuwah Islamiyah = persaudaraan sesama umat Islam berdasarkan keimanan.

    Islam melarang membeda-bedakan teman; manusia diciptakan beragam agar saling mengenal.

 

0 comments:

Post a Comment