Thursday, October 30, 2025

pembelajaran jum'at 31 oktober 2025

       

Hari/Tgl                      : Jum'at, 31 Oktober  2025

Kelas                            : 5A
Tema                            :  Rukun Shalat dan Hal-hal yang Membatalkan Shalat
Metode                         : Demontrasi 
Model Pembelajaran  :
Alat Peraga                  : Poster Gerakan Sahalat


3. Capaian Pembelajaran 
        
Murid dapat memahami Rukun Shalat

4. Taujuan Pembelajaran 
  Murid  mampu Mempraktikan Tatacara Shalat dengan baik

5. Materi

Pengertian Shalat Wajib:

Shalat wajib adalah ibadah shalat yang harus dilakukan oleh setiap Muslim yang sudah memenuhi syarat (baligh, berakal, dan suci dari hadas) dan tidak boleh ditinggalkan kecuali dengan uzur yang dibenarkan oleh syariat (seperti haid bagi wanita atau dalam keadaan tidak sadar). Jika ditinggalkan sengaja tanpa alasan, maka berdosa besar.


Macam-Macam Shalat Wajib 5 Waktu:

Nama ShalatJumlah RakaatWaktu Pelaksanaan
Shubuh2 rakaatSetelah fajar hingga sebelum matahari terbit
Dzuhur4 rakaatSetelah matahari tergelincir hingga bayangan sama panjang
Ashar4 rakaatSetelah Dzuhur hingga menjelang matahari terbenam
Maghrib3 rakaatSetelah matahari terbenam hingga hilang mega merah
Isya4 rakaatSetelah Maghrib hingga menjelang fajar

 alat wajib seperti gambar di bawah ini 





Berikut adalah 17 rukun shalat secara lengkap:


✅ 17 Rukun Shalat Wajib

  1. Niat

  2. Berdiri bagi yang mampu

  3. Takbiratul ihram

  4. Membaca surat Al-Fatihah

  5. Rukuk

  6. Tuma’ninah dalam rukuk

  7. I’tidal (bangkit dari rukuk)

  8. Tuma’ninah dalam i’tidal

  9. Sujud

  10. Tuma’ninah dalam sujud

  11. Duduk di antara dua sujud

  12. Tuma’ninah dalam duduk

  13. Tasyahhud akhir

  14. Duduk untuk tasyahhud akhir

  15. Membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW dalam tasyahhud akhir

  16. Salam pertama

  17. Tertib (berurutan sesuai urutan rukun)

📌 Perbedaan 13 dan  17 Rukun:

  • Dalam versi 13 rukun, beberapa rukun disatukan (misalnya: sujud + tuma’ninah jadi satu).

  • Dalam versi 17 rukuntuma’ninah dipisah sebagai rukun tersendiri dan shalawat dalam tasyahhud akhir juga dihitung khusus.



Hal-Hal Yang Dapat Membatalkan Shalat

Sebagai seorang muslim mukallaf atau baligh yang sudah dikenai kewajiban untuk mendirikan shalat, hendaklah kita mengetahui seluk beluk atau tatacara shalat. Alasannya adalah, agar ibadah kita tidaklah sia-sia. Dan amalan kita menjadi berkah sehingga hidayah Allah senantiasa bersama kita. Salah satu dari yang wajib kita ketahui tentang shalat adalah Hal-Hal Yang Dapat Membatalkan Shalat.
Baiklah, untuk mempersingkat pembahasan kita kali ini, mari kita simak bersama-sama terkait perkara yang dapat membatalkan shalat. Baik shalat fardhu maupun shalat sunnah.
Hal-Hal Yang Dapat Membatalkan Shalat
  1. Meninggalkan salah satu rukun shalat. Atau dalam kasus ini bisa juga diartikan begini, " Di dalam rukun shalat ada yang namanya (Tuma Ninah : berdiam diri sejenak), Dan apabila ada orang yang misalkan pada gerakan rukuk kok belum sempurna gerakan rukuknya lalu orang tersebut dengan cepatnya melakukan rukun selanjutnya yakni i'tidal, maka ini sama halnya menghilangkan satu rukun". Dan ketika satu rukun telah hilang, maka ibadah shalat tersebut tidaklah sah. Baca : 13 Rukun Shalat Wajib Dan Sunnah
  2. Meninggalkan salah satu syarat shalat. ORang yang meninggalkan salah satu syarat shalat, maka shalatnya batal. Pada kasus ini misalkan orang tersebut tidak sengaja buang angin ketika shalat (berhadas kecil) maka shalatnya batal. Selain itu apa bila badan atau pakaian orang yang sedang shalat terkena najis yang tidak bisa ditoleransi, maka ibadahnya batal. Namun apabila najis tersebut kering dan mudah untuk dihilangkan ketika itu, maka ini tidaklah membatalkan shalat dengan catatan najis tersebut benar-benar hilang. Dan yang terakhir adalah, dalam menjalankan ibadah shalat, orang-orang Islam wajib hukumnya untuk menutup aurat. Bagi mereka yang auratnya terbuka disaat sedang menjalankan ibadah shalat, maka shalatnya akan batal. Kecuali bila auratnya tersebut dapat dengan segera ditutup kembali, maka shalatnya tidak batal. Baca : Syarat-Syarat Sah Mendirikan Shalat dan Syarat Wajib Shalat Fardhu / Shalat Lima Waktu
  3. Menyengaja bicara selayaknya berbicara kepada manusia pada umumnya. Dalam point ini, meskipun  orang yang sedang sembahyang berbicara terkait shalat, maka hal tersebut juga dapat membatalkan shalat. Kecuali ketika kita sedang lupa
  4. Menggerakkan anggota tubuh secara tiga kali berturut-turut diluar rukun shalat. Ketika kita sedang shalat, Pada waktu kita kita diminta untuk meninggalkan segala aktifitas dunia. Seluruh aktifitas kita fokuskan kepada Allah.
  5. Makan atau minum. Makan dan minum juga termasuk dalam salah satu hal-hal yang dapat membatalkan shalat. Selaras dengan point ke empat, orang yang sedang mendirikan ibadah shalat, hendaklah mereka memfokuskan diri mereka kepada apa yang sedang mereka kerjakan. Dan secara langsung, kalimat tersebut menegaskan, Jangan Melakukan pekerjaan disaat sedang melakukan shalat.
Perintah shalat adalah ibdah wajib yang harus dilaksanakan lima kali dalam satu hari. Dan apa bila Sobat sudah baligh, maka tidak ada alasan bagi Sobat untuk meninggalkan shalat. Terkecuali terdapat udzur yang benar-benar darurat. Cukup Sekian Pembahasan kita kali ini terkait Hal-Hal Yang Dapat Membatalkan Shalat, Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua. Amiiin.
6. Evalusi
  

📘 Soal Evaluasi Materi Wudhu dan Shalat

A. Pilihan Ganda (PG)

Pilihlah jawaban yang paling tepat!

  1. Jumlah rukun wudhu ada ...
    a. Lima
    b. Enam
    c. Tujuh
    d. Delapan

  2. Berikut ini adalah salah satu rukun wudhu, kecuali ...
    a. Membaca niat
    b. Mencuci muka
    c. Membasuh kaki
    d. Membasuh leher

  3. Waktu salat Maghrib dimulai ketika ...
    a. Matahari mulai terbit
    b. Matahari tergelincir
    c. Matahari terbenam
    d. Tengah malam

  4. Jumlah rakaat salat Subuh adalah ...
    a. Dua rakaat
    b. Tiga rakaat
    c. Empat rakaat
    d. Lima rakaat

  5. Membaca Surah Al-Fatihah dalam salat termasuk ...
    a. Sunnah salat
    b. Rukun salat
    c. Syarat sah salat
    d. Pembatal salat


B. Isian Singkat

  1. Niat wudhu dilakukan di dalam ...

  2. Sebelum melakukan wudhu, kita dianjurkan untuk mencuci kedua ... terlebih dahulu.

  3. Salat wajib yang dikerjakan sebanyak empat rakaat disebut salat ...

  4. Syarat sahnya salat adalah menghadap ke arah ...

  5. Wudhu dapat batal jika seseorang ... (berikan salah satu contohnya)


C. Soal Uraian

  1. Jelaskan 6 rukun wudhu secara urut!

  2. Sebutkan 5 hal yang membatalkan salat!

  3. Apa perbedaan antara syarat sah salat dan rukun salat?

  4. Mengapa kita harus suci dari hadas sebelum salat? Jelaskan dengan singkat!

  5. Jelaskan tata cara pelaksanaan salat Subuh dua rakaat secara singkat!

6 kesimpulan
 

7. Penutup 

 Baik anak soleh dan solehah Ibadah shalat bukan hanya kewajiban, tapi juga bentuk kedekatan kita kepada Allah. Dengan berwudhu yang benar, kita mempersiapkan diri untuk shalat yang khusyuk dan diterima.

Dengan berwudhu yang benar, kita membersihkan diri lahir dan batin agar bisa menghadap Allah dalam keadaan suci. Dengan shalat yang tertib dan khusyuk, kita membangun hubungan yang kuat dengan Allah, memohon petunjuk, dan menjaga hati agar tetap bersih.

Ingatlah, anak-anak,
👉 Wudhu adalah adalah cara kita menjaga kesucian dalam badan untuk menjalankan ibadah shalat .
👉 Shalat adalah tiang agama dan penyejuk hati orang-orang beriman.

Mari kita biasakan menjaga wudhu, menunaikan shalat tepat waktu, dan memahami setiap gerakan serta doa di dalamnya, agar ibadah kita semakin bermakna dan mendekatkan diri kita kepada Allah SWT.

Semoga ilmu hari ini menjadi amal jariyah, dan kita semua tumbuh menjadi pribadi yang taat, bersih hati, dan selalu dekat dengan Allah. Aamiin. 🤲


Wednesday, October 29, 2025

Pembelajaran Kamis 30 Oktober 2025

      

Hari/Tgl                      : Kamis , 30 Oktober  2025

Kelas                            : 6A
Tema                            :  Rukun Shalat dan Hal-hal yang Membatalkan Shalat
Metode                         : Demontrasi 
Model Pembelajaran  :
Alat Peraga                  : Poster Gerakan Sahalat


3. Capaian Pembelajaran 
        
Murid dapat memahami Rukun Shalat

4. Taujuan Pembelajaran 
  Murid  mampu Mempraktikan Tatacara Shalat dengan baik

5. Materi

Pengertian Shalat Wajib:

Shalat wajib adalah ibadah shalat yang harus dilakukan oleh setiap Muslim yang sudah memenuhi syarat (baligh, berakal, dan suci dari hadas) dan tidak boleh ditinggalkan kecuali dengan uzur yang dibenarkan oleh syariat (seperti haid bagi wanita atau dalam keadaan tidak sadar). Jika ditinggalkan sengaja tanpa alasan, maka berdosa besar.


Macam-Macam Shalat Wajib 5 Waktu:

Nama ShalatJumlah RakaatWaktu Pelaksanaan
Shubuh2 rakaatSetelah fajar hingga sebelum matahari terbit
Dzuhur4 rakaatSetelah matahari tergelincir hingga bayangan sama panjang
Ashar4 rakaatSetelah Dzuhur hingga menjelang matahari terbenam
Maghrib3 rakaatSetelah matahari terbenam hingga hilang mega merah
Isya4 rakaatSetelah Maghrib hingga menjelang fajar

 alat wajib seperti gambar di bawah ini 





Berikut adalah 17 rukun shalat secara lengkap:


✅ 17 Rukun Shalat Wajib

  1. Niat

  2. Berdiri bagi yang mampu

  3. Takbiratul ihram

  4. Membaca surat Al-Fatihah

  5. Rukuk

  6. Tuma’ninah dalam rukuk

  7. I’tidal (bangkit dari rukuk)

  8. Tuma’ninah dalam i’tidal

  9. Sujud

  10. Tuma’ninah dalam sujud

  11. Duduk di antara dua sujud

  12. Tuma’ninah dalam duduk

  13. Tasyahhud akhir

  14. Duduk untuk tasyahhud akhir

  15. Membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW dalam tasyahhud akhir

  16. Salam pertama

  17. Tertib (berurutan sesuai urutan rukun)

📌 Perbedaan 13 dan  17 Rukun:

  • Dalam versi 13 rukun, beberapa rukun disatukan (misalnya: sujud + tuma’ninah jadi satu).

  • Dalam versi 17 rukuntuma’ninah dipisah sebagai rukun tersendiri dan shalawat dalam tasyahhud akhir juga dihitung khusus.



Hal-Hal Yang Dapat Membatalkan Shalat

Sebagai seorang muslim mukallaf atau baligh yang sudah dikenai kewajiban untuk mendirikan shalat, hendaklah kita mengetahui seluk beluk atau tatacara shalat. Alasannya adalah, agar ibadah kita tidaklah sia-sia. Dan amalan kita menjadi berkah sehingga hidayah Allah senantiasa bersama kita. Salah satu dari yang wajib kita ketahui tentang shalat adalah Hal-Hal Yang Dapat Membatalkan Shalat.
Baiklah, untuk mempersingkat pembahasan kita kali ini, mari kita simak bersama-sama terkait perkara yang dapat membatalkan shalat. Baik shalat fardhu maupun shalat sunnah.
Hal-Hal Yang Dapat Membatalkan Shalat
  1. Meninggalkan salah satu rukun shalat. Atau dalam kasus ini bisa juga diartikan begini, " Di dalam rukun shalat ada yang namanya (Tuma Ninah : berdiam diri sejenak), Dan apabila ada orang yang misalkan pada gerakan rukuk kok belum sempurna gerakan rukuknya lalu orang tersebut dengan cepatnya melakukan rukun selanjutnya yakni i'tidal, maka ini sama halnya menghilangkan satu rukun". Dan ketika satu rukun telah hilang, maka ibadah shalat tersebut tidaklah sah. Baca : 13 Rukun Shalat Wajib Dan Sunnah
  2. Meninggalkan salah satu syarat shalat. ORang yang meninggalkan salah satu syarat shalat, maka shalatnya batal. Pada kasus ini misalkan orang tersebut tidak sengaja buang angin ketika shalat (berhadas kecil) maka shalatnya batal. Selain itu apa bila badan atau pakaian orang yang sedang shalat terkena najis yang tidak bisa ditoleransi, maka ibadahnya batal. Namun apabila najis tersebut kering dan mudah untuk dihilangkan ketika itu, maka ini tidaklah membatalkan shalat dengan catatan najis tersebut benar-benar hilang. Dan yang terakhir adalah, dalam menjalankan ibadah shalat, orang-orang Islam wajib hukumnya untuk menutup aurat. Bagi mereka yang auratnya terbuka disaat sedang menjalankan ibadah shalat, maka shalatnya akan batal. Kecuali bila auratnya tersebut dapat dengan segera ditutup kembali, maka shalatnya tidak batal. Baca : Syarat-Syarat Sah Mendirikan Shalat dan Syarat Wajib Shalat Fardhu / Shalat Lima Waktu
  3. Menyengaja bicara selayaknya berbicara kepada manusia pada umumnya. Dalam point ini, meskipun  orang yang sedang sembahyang berbicara terkait shalat, maka hal tersebut juga dapat membatalkan shalat. Kecuali ketika kita sedang lupa
  4. Menggerakkan anggota tubuh secara tiga kali berturut-turut diluar rukun shalat. Ketika kita sedang shalat, Pada waktu kita kita diminta untuk meninggalkan segala aktifitas dunia. Seluruh aktifitas kita fokuskan kepada Allah.
  5. Makan atau minum. Makan dan minum juga termasuk dalam salah satu hal-hal yang dapat membatalkan shalat. Selaras dengan point ke empat, orang yang sedang mendirikan ibadah shalat, hendaklah mereka memfokuskan diri mereka kepada apa yang sedang mereka kerjakan. Dan secara langsung, kalimat tersebut menegaskan, Jangan Melakukan pekerjaan disaat sedang melakukan shalat.
Perintah shalat adalah ibdah wajib yang harus dilaksanakan lima kali dalam satu hari. Dan apa bila Sobat sudah baligh, maka tidak ada alasan bagi Sobat untuk meninggalkan shalat. Terkecuali terdapat udzur yang benar-benar darurat. Cukup Sekian Pembahasan kita kali ini terkait Hal-Hal Yang Dapat Membatalkan Shalat, Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua. Amiiin.
6. Evalusi
  

📘 Soal Evaluasi Materi Wudhu dan Shalat

A. Pilihan Ganda (PG)

Pilihlah jawaban yang paling tepat!

  1. Jumlah rukun wudhu ada ...
    a. Lima
    b. Enam
    c. Tujuh
    d. Delapan

  2. Berikut ini adalah salah satu rukun wudhu, kecuali ...
    a. Membaca niat
    b. Mencuci muka
    c. Membasuh kaki
    d. Membasuh leher

  3. Waktu salat Maghrib dimulai ketika ...
    a. Matahari mulai terbit
    b. Matahari tergelincir
    c. Matahari terbenam
    d. Tengah malam

  4. Jumlah rakaat salat Subuh adalah ...
    a. Dua rakaat
    b. Tiga rakaat
    c. Empat rakaat
    d. Lima rakaat

  5. Membaca Surah Al-Fatihah dalam salat termasuk ...
    a. Sunnah salat
    b. Rukun salat
    c. Syarat sah salat
    d. Pembatal salat


B. Isian Singkat

  1. Niat wudhu dilakukan di dalam ...

  2. Sebelum melakukan wudhu, kita dianjurkan untuk mencuci kedua ... terlebih dahulu.

  3. Salat wajib yang dikerjakan sebanyak empat rakaat disebut salat ...

  4. Syarat sahnya salat adalah menghadap ke arah ...

  5. Wudhu dapat batal jika seseorang ... (berikan salah satu contohnya)


C. Soal Uraian

  1. Jelaskan 6 rukun wudhu secara urut!

  2. Sebutkan 5 hal yang membatalkan salat!

  3. Apa perbedaan antara syarat sah salat dan rukun salat?

  4. Mengapa kita harus suci dari hadas sebelum salat? Jelaskan dengan singkat!

  5. Jelaskan tata cara pelaksanaan salat Subuh dua rakaat secara singkat!

6 kesimpulan
 

7. Penutup 

 Baik anak soleh dan solehah Ibadah shalat bukan hanya kewajiban, tapi juga bentuk kedekatan kita kepada Allah. Dengan berwudhu yang benar, kita mempersiapkan diri untuk shalat yang khusyuk dan diterima.

Dengan berwudhu yang benar, kita membersihkan diri lahir dan batin agar bisa menghadap Allah dalam keadaan suci. Dengan shalat yang tertib dan khusyuk, kita membangun hubungan yang kuat dengan Allah, memohon petunjuk, dan menjaga hati agar tetap bersih.

Ingatlah, anak-anak,
👉 Wudhu adalah adalah cara kita menjaga kesucian dalam badan untuk menjalankan ibadah shalat .
👉 Shalat adalah tiang agama dan penyejuk hati orang-orang beriman.

Mari kita biasakan menjaga wudhu, menunaikan shalat tepat waktu, dan memahami setiap gerakan serta doa di dalamnya, agar ibadah kita semakin bermakna dan mendekatkan diri kita kepada Allah SWT.

Semoga ilmu hari ini menjadi amal jariyah, dan kita semua tumbuh menjadi pribadi yang taat, bersih hati, dan selalu dekat dengan Allah. Aamiin. 🤲

Hari/Tgl            : Kamis , 30 September 2025

Kelas                 : 4a
Tema                 :   Allah Maha Segalanya
Topik                 :  Makna Al-Gaffar, Al-Afuw, Al-Wahid dan As-samad
Elemen/CP        : Akhlak
ATP                    : Murid mampu  mengenal dialog antar agama dan kepercayaan dan menyadari peluang dan tangntangan yang bis amuncul dari kergaman di indonesia 

Metode              : Pbl
Alat Peraga       : Ponter Mengenal berbagai macan agama di indonesia

3. Capaian Pembelajaran 
   Murid mampu  mengenal dialog antar agama dan kepercayaan dan menyadari peluang dan tangntangan yang bis amuncul dari kergaman di indonesia  peserta didik memahami arti ideologi dsederhana dan pandangan  hidup dan memahami penting menjadi  kesatuan atas keberagaman 


4. Taujuan Pembelajaran 
   Memahami Peran Manusia Menjadi Lingkungan 

5. Materi

Materi tentang keberagaman agama mencakup pengertiannya sebagai ragam agama yang hidup berdampingan di suatu wilayah, sejarah masuknya agama-agama besar seperti Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu ke Indonesia, perannya dalam kehidupan masyarakat, serta pentingnya menjaga toleransi dan kerukunan di tengah perbedaan keyakinan tersebut. 
1. Pengertian Keberagaman Agama
Keberagaman agama adalah kondisi di mana masyarakat tidak hanya menganut satu agama saja, tetapi memiliki berbagai agama berbeda yang hidup berdampingan dalam satu wilayah atau negara. 
2. Agama-Agama yang Ada di Indonesia
Indonesia mengakui enam agama resmi, yaitu: 
  • Islam: Mayoritas penduduk Indonesia, dibawa oleh pedagang Arab dan Persia sejak abad ke-7 atau 8.
  • Kristen: Diperkirakan masuk pada abad ke-16 melalui bangsa Eropa.
  • Katolik: Dibawa oleh misionaris Portugis dan Spanyol, juga pada abad ke-16.
  • Hindu: Masuk melalui pedagang India dan Tiongkok pada awal abad ke-4, ditandai dengan berdirinya Kerajaan Kutai dan Tarumanegara.
  • Buddha: Masuk dari India pada abad ke-8 dan berkembang dari ajaran Tripitaka.
  • Konghucu: Berasal dari ajaran Konfusius, juga masuk dan berkembang di Indonesia.



6. Evaluasi
  • Suku, ras, dan etnis

  • Agama dan kepercayaan

  • Jenis kelamin dan identitas gender

  • Orientasi seksual

  • Status sosial ekonomi

  • Disabilitas

  • Usia

  • Pandangan politik atau ideologi

Tujuan Evaluasi Keberagaman

  1. Mengidentifikasi ketimpangan atau diskriminasi yang terjadi secara sistematis maupun kultural.

  2. Mengukur inklusivitas lingkungan — apakah semua kelompok merasa diterima dan dihargai.

  3. Menilai efektivitas kebijakan keberagaman yang telah diterapkan.

  4. Membuat rencana aksi atau strategi peningkatan keberagaman dan inklusi.


Contoh Aspek yang Dievaluasi

AspekContoh Pertanyaan Evaluasi
Rekrutmen dan KepegawaianApakah proses rekrutmen memperhatikan representasi dari kelompok minoritas?
Budaya OrganisasiApakah ada budaya kerja yang inklusif bagi semua latar belakang?
Kebijakan dan ProsedurApakah tersedia kebijakan anti-diskriminasi dan pelecehan?
Pendidikan dan PelatihanApakah tersedia pelatihan keberagaman dan inklusi bagi staf atau anggota?
Partisipasi dan RepresentasiApakah kelompok minoritas mendapat kesempatan yang sama dalam pengambilan keputusan?


Hari/Tgl                      :  Kamis  , 09 Oktober 2025

Kelas                            : 2a
Tema                            :  Rukun Shalat
Metode                         : Demontrasi 
Model Pembelajaran  :
Alat Peraga                  : Poster Gerakan Sahalat


3. Capaian Pembelajaran 
        
Murid dapat memahami Rukun Shalat

4. Taujuan Pembelajaran 
  Murid  mampu Mempraktikan Tatacara Shalat dengan baik

5. Materi

Pengertian Shalat Wajib:

Shalat wajib adalah ibadah shalat yang harus dilakukan oleh setiap Muslim yang sudah memenuhi syarat (baligh, berakal, dan suci dari hadas) dan tidak boleh ditinggalkan kecuali dengan uzur yang dibenarkan oleh syariat (seperti haid bagi wanita atau dalam keadaan tidak sadar). Jika ditinggalkan sengaja tanpa alasan, maka berdosa besar.


Macam-Macam Shalat Wajib 5 Waktu:

Nama ShalatJumlah RakaatWaktu Pelaksanaan
Shubuh2 rakaatSetelah fajar hingga sebelum matahari terbit
Dzuhur4 rakaatSetelah matahari tergelincir hingga bayangan sama panjang
Ashar4 rakaatSetelah Dzuhur hingga menjelang matahari terbenam
Maghrib3 rakaatSetelah matahari terbenam hingga hilang mega merah
Isya4 rakaatSetelah Maghrib hingga menjelang fajar

 alat wajib seperti gambar di bawah ini 


Berikut adalah 17 rukun shalat secara lengkap:


✅ 17 Rukun Shalat Wajib

  1. Niat

  2. Berdiri bagi yang mampu

  3. Takbiratul ihram

  4. Membaca surat Al-Fatihah

  5. Rukuk

  6. Tuma’ninah dalam rukuk

  7. I’tidal (bangkit dari rukuk)

  8. Tuma’ninah dalam i’tidal

  9. Sujud

  10. Tuma’ninah dalam sujud

  11. Duduk di antara dua sujud

  12. Tuma’ninah dalam duduk

  13. Tasyahhud akhir

  14. Duduk untuk tasyahhud akhir

  15. Membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW dalam tasyahhud akhir

  16. Salam pertama

  17. Tertib (berurutan sesuai urutan rukun)

📌 Perbedaan 13 dan  17 Rukun:

  • Dalam versi 13 rukun, beberapa rukun disatukan (misalnya: sujud + tuma’ninah jadi satu).

  • Dalam versi 17 rukuntuma’ninah dipisah sebagai rukun tersendiri dan shalawat dalam tasyahhud akhir juga dihitung khusus.

6. Evalusi
  

📘 Soal Evaluasi Materi Wudhu dan Shalat

A. Pilihan Ganda (PG)

Pilihlah jawaban yang paling tepat!

  1. Jumlah rukun wudhu ada ...
    a. Lima
    b. Enam
    c. Tujuh
    d. Delapan

  2. Berikut ini adalah salah satu rukun wudhu, kecuali ...
    a. Membaca niat
    b. Mencuci muka
    c. Membasuh kaki
    d. Membasuh leher

  3. Waktu salat Maghrib dimulai ketika ...
    a. Matahari mulai terbit
    b. Matahari tergelincir
    c. Matahari terbenam
    d. Tengah malam

  4. Jumlah rakaat salat Subuh adalah ...
    a. Dua rakaat
    b. Tiga rakaat
    c. Empat rakaat
    d. Lima rakaat

  5. Membaca Surah Al-Fatihah dalam salat termasuk ...
    a. Sunnah salat
    b. Rukun salat
    c. Syarat sah salat
    d. Pembatal salat


B. Isian Singkat

  1. Niat wudhu dilakukan di dalam ...

  2. Sebelum melakukan wudhu, kita dianjurkan untuk mencuci kedua ... terlebih dahulu.

  3. Salat wajib yang dikerjakan sebanyak empat rakaat disebut salat ...

  4. Syarat sahnya salat adalah menghadap ke arah ...

  5. Wudhu dapat batal jika seseorang ... (berikan salah satu contohnya)


C. Soal Uraian

  1. Jelaskan 6 rukun wudhu secara urut!

  2. Sebutkan 5 hal yang membatalkan salat!

  3. Apa perbedaan antara syarat sah salat dan rukun salat?

  4. Mengapa kita harus suci dari hadas sebelum salat? Jelaskan dengan singkat!

  5. Jelaskan tata cara pelaksanaan salat Subuh dua rakaat secara singkat!

6 kesimpulan
 

7. Penutup 

 Baik anak soleh dan solehah Ibadah shalat bukan hanya kewajiban, tapi juga bentuk kedekatan kita kepada Allah. Dengan berwudhu yang benar, kita mempersiapkan diri untuk shalat yang khusyuk dan diterima.

Dengan berwudhu yang benar, kita membersihkan diri lahir dan batin agar bisa menghadap Allah dalam keadaan suci. Dengan shalat yang tertib dan khusyuk, kita membangun hubungan yang kuat dengan Allah, memohon petunjuk, dan menjaga hati agar tetap bersih.

Ingatlah, anak-anak,
👉 Wudhu adalah adalah cara kita menjaga kesucian dalam badan untuk menjalankan ibadah shalat .
👉 Shalat adalah tiang agama dan penyejuk hati orang-orang beriman.

Mari kita biasakan menjaga wudhu, menunaikan shalat tepat waktu, dan memahami setiap gerakan serta doa di dalamnya, agar ibadah kita semakin bermakna dan mendekatkan diri kita kepada Allah SWT.

Semoga ilmu hari ini menjadi amal jariyah, dan kita semua tumbuh menjadi pribadi yang taat, bersih hati, dan selalu dekat dengan Allah. Aamiin. 🤲

   

Tuesday, October 28, 2025

Pembelajaran Kelas Rabu 29 Oktober 2025

     

   


Hari/Tgl            : Rabu , 29 Oktober 2025

Kelas                 : 5a
Tema                 :   Indahnya Keberagaman
Topik                 :  saling menghargai
Elemen/CP        : Akhlak
ATP                    : Murid mampu  mengenal dialog antar agama dan kepercayaan dan menyadari peluang dan tangntangan yang bisa muncul dari kergaman di indonesia 

Metode              : Diskusi.Tanya jawab
Alat Peraga       : Ponter Mengenal berbagai macan agama di indonesia

3. Capaian Pembelajaran 
   Murid mampu  mengenal dialog antar agama dan kepercayaan dan menyadari peluang dan tangntangan yang bis amuncul dari kergaman di indonesia  peserta didik memahami arti ideologi dsederhana dan pandangan  hidup dan memahami penting menjadi  kesatuan atas keberagaman 


4. Taujuan Pembelajaran 
   Memahami Peran Manusia Menjadi Lingkungan 

5. Materi

Materi tentang keberagaman agama mencakup pengertiannya sebagai ragam agama yang hidup berdampingan di suatu wilayah, sejarah masuknya agama-agama besar seperti Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu ke Indonesia, perannya dalam kehidupan masyarakat, serta pentingnya menjaga toleransi dan kerukunan di tengah perbedaan keyakinan tersebut. 
1. Pengertian Keberagaman Agama
Keberagaman agama adalah kondisi di mana masyarakat tidak hanya menganut satu agama saja, tetapi memiliki berbagai agama berbeda yang hidup berdampingan dalam satu wilayah atau negara. 
2. Agama-Agama yang Ada di Indonesia
Indonesia mengakui enam agama resmi, yaitu: 
  • Islam: Mayoritas penduduk Indonesia, dibawa oleh pedagang Arab dan Persia sejak abad ke-7 atau 8.
  • Kristen: Diperkirakan masuk pada abad ke-16 melalui bangsa Eropa.
  • Katolik: Dibawa oleh misionaris Portugis dan Spanyol, juga pada abad ke-16.
  • Hindu: Masuk melalui pedagang India dan Tiongkok pada awal abad ke-4, ditandai dengan berdirinya Kerajaan Kutai dan Tarumanegara.
  • Buddha: Masuk dari India pada abad ke-8 dan berkembang dari ajaran Tripitaka.
  • Konghucu: Berasal dari ajaran Konfusius, juga masuk dan berkembang di Indonesia.





6. Evaluasi
  • Suku, ras, dan etnis

  • Agama dan kepercayaan

  • Jenis kelamin dan identitas gender

  • Orientasi seksual

  • Status sosial ekonomi

  • Disabilitas

  • Usia

  • Pandangan politik atau ideologi

Tujuan Evaluasi Keberagaman

  1. Mengidentifikasi ketimpangan atau diskriminasi yang terjadi secara sistematis maupun kultural.

  2. Mengukur inklusivitas lingkungan — apakah semua kelompok merasa diterima dan dihargai.

  3. Menilai efektivitas kebijakan keberagaman yang telah diterapkan.

  4. Membuat rencana aksi atau strategi peningkatan keberagaman dan inklusi.


Contoh Aspek yang Dievaluasi

AspekContoh Pertanyaan Evaluasi
Rekrutmen dan KepegawaianApakah proses rekrutmen memperhatikan representasi dari kelompok minoritas?
Budaya OrganisasiApakah ada budaya kerja yang inklusif bagi semua latar belakang?
Kebijakan dan ProsedurApakah tersedia kebijakan anti-diskriminasi dan pelecehan?
Pendidikan dan PelatihanApakah tersedia pelatihan keberagaman dan inklusi bagi staf atau anggota?
Partisipasi dan RepresentasiApakah kelompok minoritas mendapat kesempatan yang sama dalam pengambilan keputusan?


Hari/Tgl                      :  Rabu , 29  Oktober 2025

Kelas                            : 1a
Tema                            :  Rukun Shalat
Metode                         : Demontrasi 
Model Pembelajaran  :
Alat Peraga                  : Poster Gerakan Sahalat


3. Capaian Pembelajaran 
        
Murid dapat memahami Rukun Shalat

4. Taujuan Pembelajaran 
  Murid  mampu Mempraktikan Tatacara Shalat dengan baik

5. Materi

Pengertian Shalat Wajib:

Shalat wajib adalah ibadah shalat yang harus dilakukan oleh setiap Muslim yang sudah memenuhi syarat (baligh, berakal, dan suci dari hadas) dan tidak boleh ditinggalkan kecuali dengan uzur yang dibenarkan oleh syariat (seperti haid bagi wanita atau dalam keadaan tidak sadar). Jika ditinggalkan sengaja tanpa alasan, maka berdosa besar.


Macam-Macam Shalat Wajib 5 Waktu:

Nama ShalatJumlah RakaatWaktu Pelaksanaan
Shubuh2 rakaatSetelah fajar hingga sebelum matahari terbit
Dzuhur4 rakaatSetelah matahari tergelincir hingga bayangan sama panjang
Ashar4 rakaatSetelah Dzuhur hingga menjelang matahari terbenam
Maghrib3 rakaatSetelah matahari terbenam hingga hilang mega merah
Isya4 rakaatSetelah Maghrib hingga menjelang fajar

 alat wajib seperti gambar di bawah ini 


Berikut adalah 17 rukun shalat secara lengkap:


✅ 17 Rukun Shalat Wajib

  1. Niat

  2. Berdiri bagi yang mampu

  3. Takbiratul ihram

  4. Membaca surat Al-Fatihah

  5. Rukuk

  6. Tuma’ninah dalam rukuk

  7. I’tidal (bangkit dari rukuk)

  8. Tuma’ninah dalam i’tidal

  9. Sujud

  10. Tuma’ninah dalam sujud

  11. Duduk di antara dua sujud

  12. Tuma’ninah dalam duduk

  13. Tasyahhud akhir

  14. Duduk untuk tasyahhud akhir

  15. Membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW dalam tasyahhud akhir

  16. Salam pertama

  17. Tertib (berurutan sesuai urutan rukun)

📌 Perbedaan 13 dan  17 Rukun:

  • Dalam versi 13 rukun, beberapa rukun disatukan (misalnya: sujud + tuma’ninah jadi satu).

  • Dalam versi 17 rukuntuma’ninah dipisah sebagai rukun tersendiri dan shalawat dalam tasyahhud akhir juga dihitung khusus.

6. Evalusi
  

📘 Soal Evaluasi Materi Wudhu dan Shalat

A. Pilihan Ganda (PG)

Pilihlah jawaban yang paling tepat!

  1. Jumlah rukun wudhu ada ...
    a. Lima
    b. Enam
    c. Tujuh
    d. Delapan

  2. Berikut ini adalah salah satu rukun wudhu, kecuali ...
    a. Membaca niat
    b. Mencuci muka
    c. Membasuh kaki
    d. Membasuh leher

  3. Waktu salat Maghrib dimulai ketika ...
    a. Matahari mulai terbit
    b. Matahari tergelincir
    c. Matahari terbenam
    d. Tengah malam

  4. Jumlah rakaat salat Subuh adalah ...
    a. Dua rakaat
    b. Tiga rakaat
    c. Empat rakaat
    d. Lima rakaat

  5. Membaca Surah Al-Fatihah dalam salat termasuk ...
    a. Sunnah salat
    b. Rukun salat
    c. Syarat sah salat
    d. Pembatal salat


B. Isian Singkat

  1. Niat wudhu dilakukan di dalam ...

  2. Sebelum melakukan wudhu, kita dianjurkan untuk mencuci kedua ... terlebih dahulu.

  3. Salat wajib yang dikerjakan sebanyak empat rakaat disebut salat ...

  4. Syarat sahnya salat adalah menghadap ke arah ...

  5. Wudhu dapat batal jika seseorang ... (berikan salah satu contohnya)


C. Soal Uraian

  1. Jelaskan 6 rukun wudhu secara urut!

  2. Sebutkan 5 hal yang membatalkan salat!

  3. Apa perbedaan antara syarat sah salat dan rukun salat?

  4. Mengapa kita harus suci dari hadas sebelum salat? Jelaskan dengan singkat!

  5. Jelaskan tata cara pelaksanaan salat Subuh dua rakaat secara singkat!

6 kesimpulan
 

7. Penutup 

 Baik anak soleh dan solehah Ibadah shalat bukan hanya kewajiban, tapi juga bentuk kedekatan kita kepada Allah. Dengan berwudhu yang benar, kita mempersiapkan diri untuk shalat yang khusyuk dan diterima.

Dengan berwudhu yang benar, kita membersihkan diri lahir dan batin agar bisa menghadap Allah dalam keadaan suci. Dengan shalat yang tertib dan khusyuk, kita membangun hubungan yang kuat dengan Allah, memohon petunjuk, dan menjaga hati agar tetap bersih.

Ingatlah, anak-anak,
👉 Wudhu adalah adalah cara kita menjaga kesucian dalam badan untuk menjalankan ibadah shalat .
👉 Shalat adalah tiang agama dan penyejuk hati orang-orang beriman.

Mari kita biasakan menjaga wudhu, menunaikan shalat tepat waktu, dan memahami setiap gerakan serta doa di dalamnya, agar ibadah kita semakin bermakna dan mendekatkan diri kita kepada Allah SWT.

Semoga ilmu hari ini menjadi amal jariyah, dan kita semua tumbuh menjadi pribadi yang taat, bersih hati, dan selalu dekat dengan Allah. Aamiin. 🤲

Monday, October 27, 2025

Pembelajaran Selasa 28 Oktober 2025

  

   


Hari/Tgl            : Selasa , 28 Oktober  2025

Kelas                 : 6a
Tema                 :  Hukum Halal dan Haram
Topik                 :  Memaknai Maaf dan Memaafkan
Elemen/CP        : Fiqih
ATP                    : Murid mampu  puasa sunah,zakat,infak,sedekah,hadiah, makanan dan minuman yang halal dan haram

Metode              : Discovery Learning, Diskusi, Analisis Kasus.
Alat Peraga       : Poster makanan dan minuman Halal dan Haram 

3. Capaian Pembelajaran 
 Murid mampu memahami puasa sunah,zakat,infak,sedekah,hadiah, makanan dan minuman yang halal dan haram


4. Taujuan Pembelajaran 
   
  1. Menjelaskan defisnisi (pengertian) halal dan haram.
  2. Menyebutkan dasar hukum (dalil naqli) makanan dan minuman halal dan haram.
  3. Menjelaskan sebab-sebab suatu makanan dan minuman menjadi halal dan haram.
  4. Menentukan status halal dan haram suatu makanan dan minuman dalam kehidupan sehari-hari (aplikatif).
5. Materi
Materi halal dan haram dalam Islam mencakup segala sesuatu yang diizinkan (halal) dan dilarang (haram) oleh syariatHukum ini didasarkan pada Al-Qur'an, hadis, dan ijtihad, serta diterapkan pada benda (seperti makanan dan minuman) maupun perbuatan (seperti mencuri). Contoh benda haram meliputi bangkai, darah, daging babi, dan khamar, sementara contoh perbuatan haram adalah mencuri atau menipu. 
Halal
  • Definisi
    Segala sesuatu yang diperbolehkan oleh syariat Islam untuk digunakan, dikonsumsi, atau dilakukan. 
  • Contoh
    Hewan darat (ayam, sapi), hewan laut (ikan), tumbuh-tumbuhan, dan rempah-rempah yang diolah dengan cara yang benar. 
Haram
  • Definisi
    Segala sesuatu yang dilarang dan tidak diizinkan oleh syariat Islam untuk digunakan, dikonsumsi, atau dilakukan. 
  • Contoh:
    • BendaBangkai (kecuali ikan dan belalang), darah, daging babi, hewan yang disembelih bukan atas nama Allah, dan minuman keras (khamar). 
    • PerbuatanMencuri, menipu, berjudi, dan tindakan merugikan orang lain. 
Dasar hukum
  • Al-Qur'anSumber hukum utama yang secara langsung menyatakan apa yang halal dan haram. 
  • HadisPenjelasan dan rincian dari Al-Qur'an mengenai hukum halal dan haram. 
  • IjtihadUpaya para ulama untuk menggali dan menemukan hukum syariat yang tidak dijelaskan secara eksplisit, misalnya melalui fatwa dari lembaga seperti Majelis Ulama Indonesia (MUI). 
Penerapan
  • Keyakinan
    Mengakui dan meyakini bahwa hukum halal dan haram ditetapkan Allah demi kemaslahatan manusia. 
  • Konsumsi
    Mengonsumsi makanan dan minuman yang halal serta meninggalkan yang haram adalah wajib. 
  • Perilaku
    Menjauhi perbuatan yang merugikan diri sendiri, orang lain, dan lingkungan. 
Pentingnya membedakan halal dan haram
  • Kesehatan
    Makanan haram sering kali membawa mudarat, sementara makanan halal memberikan manfaat bagi tubuh. 
  • Spiritual
    Mematuhi hukum halal dan haram adalah perintah Allah yang mendatangkan rida dan keberkahan. 
6. Evaluasi 

Pilihan Ganda (Pilih jawaban yang paling benar)

  1. Yang dimaksud dengan halal menurut syariat Islam adalah ...
    a. Segala sesuatu yang disenangi manusia
    b. Segala sesuatu yang diperbolehkan oleh syariat Islam
    c. Segala sesuatu yang tidak memiliki dalil larangan
    d. Segala sesuatu yang diharamkan dalam Al-Qur’an

  2. Hukum mengonsumsi makanan yang halal tetapi diperoleh dengan cara mencuri adalah ...
    a. Halal
    b. Syubhat
    c. Haram
    d. Makruh

  3. Berikut ini yang termasuk makanan haram, kecuali ...
    a. Daging babi
    b. Daging sapi yang disembelih dengan menyebut nama Allah
    c. Bangkai hewan
    d. Hewan yang disembelih bukan atas nama Allah

  4. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 168, yang artinya memerintahkan manusia untuk ...
    a. Memakan makanan yang banyak
    b. Menghindari makanan yang pahit
    c. Memakan yang halal lagi baik
    d. Memakan semua yang ada di bumi

  5. Salah satu hikmah mengonsumsi makanan halal adalah ...
    a. Menjauhkan dari penyakit fisik dan hati
    b. Membuat hidup lebih mewah
    c. Menambah kekayaan dunia
    d. Membuat seseorang disegani orang lain

  6. Makanan yang syubhat adalah ...
    a. Jelas halal
    b. Jelas haram
    c. Tidak jelas halal atau haramnya
    d. Diharamkan secara mutlak

  7. Minuman yang memabukkan, sedikit atau banyak, hukumnya adalah ...
    a. Makruh
    b. Halal
    c. Mubah
    d. Haram

  8. Salah satu contoh harta haram adalah ...
    a. Gaji dari pekerjaan halal
    b. Uang hasil riba
    c. Keuntungan jual beli halal
    d. Upah kerja keras


B. Isian Singkat

  1. Sebutkan dua contoh makanan halal!

  2. Sebutkan dua contoh makanan haram!

  3. Apa yang dimaksud dengan syubhat?

  4. Sebutkan dua hikmah menjauhi makanan dan minuman haram!

  5. Sebutkan satu dalil naqli tentang perintah memakan makanan yang halal!


C. Uraian

  1. Jelaskan perbedaan antara halal, haram, dan syubhat beserta contohnya!

  2. Mengapa Islam sangat menekankan agar umatnya mengonsumsi makanan dan minuman yang halal?

  3. Bagaimana sikap seorang muslim ketika ragu terhadap kehalalan suatu makanan?

  4. Jelaskan hubungan antara makanan halal dengan diterimanya doa dan ibadah seseorang!

  5. Jelaskan bagaimana cara memastikan bahwa suatu produk makanan itu halal!

7. Kesimpulan 



Hari/Tgl            : Selasa, 30 September 20
Kelas                 : 4A
Tema                 :   Indahnya Keberagaman
    • Topik                 :  saling menghargai
      Elemen/CP        : Akhlak
      ATP                    : Murid mampu  mengenal dialog antar agama dan kepercayaan dan menyadari peluang dan tangntangan yang bis amuncul dari kergaman di indonesia 

      Metode              : Pbl
      Alat Peraga       : Ponter Mengenal berbagai macan agama di indonesia

      3. Capaian Pembelajaran 
         Murid mampu  mengenal dialog antar agama dan kepercayaan dan menyadari peluang dan tangntangan yang bis amuncul dari kergaman di indonesia  peserta didik memahami arti ideologi dsederhana dan pandangan  hidup dan memahami penting menjadi  kesatuan atas keberagaman 


      4. Taujuan Pembelajaran 
         Memahami Peran Manusia Menjadi Lingkungan 

      5. Materi

      Materi tentang keberagaman agama mencakup pengertiannya sebagai ragam agama yang hidup berdampingan di suatu wilayah, sejarah masuknya agama-agama besar seperti Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu ke Indonesia, perannya dalam kehidupan masyarakat, serta pentingnya menjaga toleransi dan kerukunan di tengah perbedaan keyakinan tersebut. 
      1. Pengertian Keberagaman Agama
      Keberagaman agama adalah kondisi di mana masyarakat tidak hanya menganut satu agama saja, tetapi memiliki berbagai agama berbeda yang hidup berdampingan dalam satu wilayah atau negara. 
      2. Agama-Agama yang Ada di Indonesia
      Indonesia mengakui enam agama resmi, yaitu: 
      • Islam: Mayoritas penduduk Indonesia, dibawa oleh pedagang Arab dan Persia sejak abad ke-7 atau 8.
      • Kristen: Diperkirakan masuk pada abad ke-16 melalui bangsa Eropa.
      • Katolik: Dibawa oleh misionaris Portugis dan Spanyol, juga pada abad ke-16.
      • Hindu: Masuk melalui pedagang India dan Tiongkok pada awal abad ke-4, ditandai dengan berdirinya Kerajaan Kutai dan Tarumanegara.
      • Buddha: Masuk dari India pada abad ke-8 dan berkembang dari ajaran Tripitaka.
      • Konghucu: Berasal dari ajaran Konfusius, juga masuk dan berkembang di Indonesia.



      6. Evaluasi
      • Suku, ras, dan etnis

      • Agama dan kepercayaan

      • Jenis kelamin dan identitas gender

      • Orientasi seksual

      • Status sosial ekonomi

      • Disabilitas

      • Usia

      • Pandangan politik atau ideologi

      Tujuan Evaluasi Keberagaman

      1. Mengidentifikasi ketimpangan atau diskriminasi yang terjadi secara sistematis maupun kultural.

      2. Mengukur inklusivitas lingkungan — apakah semua kelompok merasa diterima dan dihargai.

      3. Menilai efektivitas kebijakan keberagaman yang telah diterapkan.

      4. Membuat rencana aksi atau strategi peningkatan keberagaman dan inklusi.


      Contoh Aspek yang Dievaluasi

      AspekContoh Pertanyaan Evaluasi
      Rekrutmen dan KepegawaianApakah proses rekrutmen memperhatikan representasi dari kelompok minoritas?
      Budaya OrganisasiApakah ada budaya kerja yang inklusif bagi semua latar belakang?
      Kebijakan dan ProsedurApakah tersedia kebijakan anti-diskriminasi dan pelecehan?
      Pendidikan dan PelatihanApakah tersedia pelatihan keberagaman dan inklusi bagi staf atau anggota?
      Partisipasi dan RepresentasiApakah kelompok minoritas mendapat kesempatan yang sama dalam pengambilan keputusan?