Pembelajaran kelas 3 Sejarah Peradaban Islam (Kisah Nabi Muhammad Saw. Periode Makkah)
PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
SEJARAH PERADABAN ISLAM
Kisah Nabi Muhammad Saw. Periode Makkah
IDENTITAS PEMBELAJARAN
| Komponen | Keterangan |
|---|---|
| Nama Guru | Euis Wartika |
| Mata Pelajaran | Pendidikan Agama Islam |
| Hari/Tanggal | Selasa, 03 November 2026 |
| Fase/Kelas | C / Kelas V (A5) |
| Materi | Sejarah Peradaban Islam (Kisah Nabi Muhammad Saw. Periode Makkah) |
| Pertemuan | 11 |
📌 A. CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)
Peserta didik mampu memahami dan menceritakan sejarah kehidupan Nabi Muhammad Saw. pada periode Makkah, mulai dari kehidupan beliau sebelum diangkat menjadi rasul hingga perjuangan beliau dalam menyampaikan ajaran Islam. Peserta didik juga mampu meneladani sifat-sifat mulia Nabi Muhammad Saw. dalam kehidupan sehari-hari.
🎯 B. TUJUAN PEMBELAJARAN (TP)
Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:
- Menceritakan kisah kehidupan Nabi Muhammad Saw. sebelum diangkat menjadi rasul.
- Menjelaskan peristiwa turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad Saw.
- Menceritakan perjuangan Nabi Muhammad Saw. dalam berdakwah pada periode Makkah.
- Menyebutkan tantangan dan rintangan yang dihadapi Nabi Muhammad Saw. dalam menyebarkan agama Islam.
- Meneladani sifat jujur, amanah, sabar, dan pantang menyerah dalam kehidupan sehari-hari.
🧠 C. MINDFUL (PEMBELAJARAN BERKESADARAN)
Pada kegiatan ini, peserta didik diajak untuk mengikuti pembelajaran dengan penuh kesadaran dan konsentrasi.
Kegiatan:
- Guru mengajak peserta didik berdoa sebelum belajar.
- Peserta didik duduk dengan nyaman dan mengatur pernapasan agar lebih fokus.
- Guru mengajak peserta didik menyadari pentingnya mempelajari sejarah Nabi Muhammad Saw.
- Peserta didik mendengarkan cerita guru dengan penuh perhatian.
- Peserta didik merenungkan nilai-nilai keteladanan Nabi Muhammad Saw. yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Pertanyaan pemantik:
- Mengapa Nabi Muhammad Saw. mendapat gelar Al-Amin?
- Bagaimana sikap Nabi Muhammad Saw. ketika menghadapi orang-orang yang menentang dakwahnya?
🎉 D. JOYFUL (PEMBELAJARAN MENYENANGKAN)
Pembelajaran dilaksanakan dengan suasana menyenangkan agar peserta didik aktif, antusias, dan bersemangat.
Kegiatan:
- Guru mengajak peserta didik melakukan permainan tebak tokoh sejarah Islam.
- Peserta didik menyimak video atau gambar tentang kehidupan Nabi Muhammad Saw. pada periode Makkah.
- Peserta didik bermain kuis sederhana tentang sejarah Nabi Muhammad Saw.
- Peserta didik bekerja dalam kelompok untuk menyusun urutan peristiwa kehidupan Nabi Muhammad Saw.
- Peserta didik menceritakan kembali kisah Nabi Muhammad Saw. dengan bahasa sendiri.
📚 E. ATP (ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN)
- Peserta didik mengenal kehidupan Nabi Muhammad Saw. sebelum menjadi rasul.
- Peserta didik memahami masa kecil dan masa muda Nabi Muhammad Saw.
- Peserta didik mengetahui sifat-sifat terpuji Nabi Muhammad Saw.
- Peserta didik memahami peristiwa turunnya wahyu pertama di Gua Hira.
- Peserta didik mengetahui awal mula dakwah Nabi Muhammad Saw. di Makkah.
- Peserta didik memahami tantangan dan perjuangan Nabi Muhammad Saw. dalam menyebarkan agama Islam.
- Peserta didik mampu menceritakan kembali kisah Nabi Muhammad Saw. dan meneladani akhlaknya.
🌼 F. APERSEPSI SINGKAT
Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa peserta didik, mengecek kehadiran, dan mengajak berdoa bersama.
Guru kemudian mengajukan pertanyaan:
"Anak-anak, apakah kalian pernah mendengar kisah Nabi Muhammad Saw.? Tahukah kalian bahwa sebelum menjadi rasul, Nabi Muhammad Saw. dikenal sebagai orang yang sangat jujur dan dapat dipercaya?"
Guru mengaitkan jawaban peserta didik dengan materi yang akan dipelajari, yaitu kisah Nabi Muhammad Saw. sebelum dan sesudah menjadi rasul pada periode Makkah.
Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan manfaat mempelajari sejarah perjuangan Rasulullah Saw.
📖 G. PEMBAHASAN MATERI
1. Kelahiran Nabi Muhammad Saw.
Nabi Muhammad Saw. lahir di Kota Makkah pada hari Senin, 12 Rabiulawal, Tahun Gajah. Ayah beliau bernama Abdullah bin Abdul Muthalib dan ibu beliau bernama Aminah binti Wahab.
Ayah Nabi Muhammad Saw. wafat ketika beliau masih berada dalam kandungan. Ketika berusia enam tahun, ibunya juga wafat. Setelah itu, beliau diasuh oleh kakeknya, Abdul Muthalib. Sepeninggal kakeknya, beliau diasuh oleh pamannya, Abu Thalib.
2. Masa Kecil dan Remaja Nabi Muhammad Saw.
Sejak kecil, Nabi Muhammad Saw. dikenal sebagai anak yang memiliki akhlak mulia. Beliau tumbuh menjadi pribadi yang jujur, sopan, pekerja keras, dan bertanggung jawab.
Ketika masih muda, beliau pernah menggembala kambing. Beliau juga berdagang dengan jujur dan tidak pernah menipu pembeli.
Karena kejujuran dan sifat dapat dipercaya, masyarakat Makkah memberikan gelar Al-Amin, yang artinya orang yang dapat dipercaya.
3. Pernikahan Nabi Muhammad Saw.
Ketika berusia 25 tahun, Nabi Muhammad Saw. menikah dengan seorang perempuan mulia bernama Khadijah binti Khuwailid. Khadijah merupakan seorang saudagar yang dikenal baik dan memiliki akhlak terpuji.
Khadijah selalu mendukung dan mendampingi Nabi Muhammad Saw., termasuk ketika beliau menerima wahyu pertama dan mulai berdakwah menyebarkan agama Islam.
4. Nabi Muhammad Saw. Diangkat Menjadi Rasul
Ketika berusia 40 tahun, Nabi Muhammad Saw. sering menyendiri dan beribadah di Gua Hira.
Pada suatu malam di bulan Ramadan, Malaikat Jibril datang menyampaikan wahyu pertama, yaitu Surah Al-Alaq ayat 1–5.
Wahyu pertama tersebut diawali dengan perintah:
اِقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِيْ خَلَقَ
Artinya: "Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan."
Peristiwa tersebut menjadi awal diangkatnya Nabi Muhammad Saw. sebagai rasul Allah Swt.
5. Awal Dakwah Nabi Muhammad Saw. di Makkah
Setelah menerima wahyu, Nabi Muhammad Saw. mulai mengajak manusia untuk menyembah Allah Swt. dan meninggalkan penyembahan berhala.
Pada awalnya, dakwah dilakukan secara sembunyi-sembunyi. Orang-orang pertama yang menerima Islam antara lain:
- Khadijah binti Khuwailid.
- Abu Bakar Ash-Shiddiq.
- Ali bin Abi Thalib.
- Zaid bin Haritsah.
Setelah beberapa waktu, Allah Swt. memerintahkan Nabi Muhammad Saw. untuk berdakwah secara terang-terangan.
6. Tantangan Dakwah Nabi Muhammad Saw.
Dalam menyampaikan ajaran Islam, Nabi Muhammad Saw. menghadapi banyak tantangan dari kaum Quraisy. Sebagian dari mereka menolak ajaran Islam karena tidak ingin meninggalkan kebiasaan menyembah berhala.
Nabi Muhammad Saw. mendapatkan hinaan, ancaman, dan perlakuan buruk. Namun, beliau tetap sabar, tabah, dan tidak pernah berhenti menyampaikan kebenaran.
Beliau selalu membalas keburukan dengan kebaikan serta mendoakan agar orang-orang mendapatkan petunjuk Allah Swt.
7. Keteladanan Nabi Muhammad Saw.
Ada beberapa sifat Nabi Muhammad Saw. yang harus kita teladani:
- Siddiq: Selalu berkata jujur.
- Amanah: Dapat dipercaya dan bertanggung jawab.
- Tabligh: Menyampaikan kebenaran.
- Fathanah: Cerdas dan bijaksana.
Contoh penerapannya dalam kehidupan sehari-hari:
- Berkata jujur kepada orang tua dan guru.
- Menjaga barang milik teman.
- Rajin belajar dan beribadah.
- Bersikap sabar ketika menghadapi kesulitan.
- Tidak mudah menyerah dalam mencapai cita-cita.
📝 H. ASESMEN
A. Asesmen Sikap
Guru melakukan pengamatan terhadap sikap peserta didik selama proses pembelajaran.
Aspek yang diamati:
- Berdoa sebelum dan sesudah belajar.
- Disiplin mengikuti pembelajaran.
- Menghargai pendapat teman.
- Aktif bekerja sama dalam kelompok.
- Menunjukkan sikap santun dan tanggung jawab.
B. Asesmen Pengetahuan
Jawablah pertanyaan berikut dengan benar!
- Di kota manakah Nabi Muhammad Saw. dilahirkan?
- Siapakah nama ayah dan ibu Nabi Muhammad Saw.?
- Apa arti gelar Al-Amin yang diberikan kepada Nabi Muhammad Saw.?
- Pada usia berapakah Nabi Muhammad Saw. diangkat menjadi rasul?
- Di manakah Nabi Muhammad Saw. menerima wahyu pertama?
- Siapakah malaikat yang menyampaikan wahyu pertama?
- Apa wahyu pertama yang diterima Nabi Muhammad Saw.?
- Siapakah orang pertama yang beriman kepada Nabi Muhammad Saw.?
- Bagaimana sikap Nabi Muhammad Saw. ketika menghadapi tantangan dakwah?
- Sebutkan empat sifat wajib rasul yang harus kita teladani!
Kunci Jawaban:
- Kota Makkah.
- Abdullah bin Abdul Muthalib dan Aminah binti Wahab.
- Orang yang dapat dipercaya.
- Usia 40 tahun.
- Gua Hira.
- Malaikat Jibril.
- Surah Al-Alaq ayat 1–5.
- Khadijah binti Khuwailid.
- Sabar, tabah, dan tidak mudah menyerah.
- Siddiq, amanah, tabligh, dan fathanah.
🌟 I. KESIMPULAN
Nabi Muhammad Saw. merupakan teladan terbaik bagi umat Islam. Sejak kecil beliau telah menunjukkan akhlak yang mulia, jujur, amanah, dan bertanggung jawab sehingga mendapat gelar Al-Amin.
Pada usia 40 tahun, Nabi Muhammad Saw. menerima wahyu pertama di Gua Hira melalui Malaikat Jibril. Sejak saat itu, beliau mulai menyampaikan ajaran Islam kepada masyarakat Makkah.
Walaupun menghadapi banyak tantangan dan rintangan, Nabi Muhammad Saw. tetap sabar, tabah, dan pantang menyerah dalam berdakwah.
Sebagai umat Islam, kita harus meneladani akhlak Rasulullah Saw. dengan selalu berkata jujur, bertanggung jawab, sabar, rajin belajar, dan berbuat baik kepada sesama.
Comments
Post a Comment